kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.890.000   -66.000   -2,23%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pendapatan Premi Indonesia Re Capai Rp 4,52 Triliun hingga Kuartal III-2025


Kamis, 06 November 2025 / 15:57 WIB
Pendapatan Premi Indonesia Re Capai Rp 4,52 Triliun hingga Kuartal III-2025
ILUSTRASI. Aktivitas di Kantor PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re). Indonesia Re mencatatkan pendapatan premi bruto konsolidasian mencapai Rp 4,52 triliun hingga kuartal III-2025.


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan pendapatan premi bruto konsolidasian mencapai Rp 4,52 triliun hingga kuartal III-2025.

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re, Delil Khairat menjelaskan, jumlah tersebut telah mencapai 68,83% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Capaian tersebut dinilai stabil, mengingat kondisi industri asuransi yang saat ini masih menghadapi tekanan, mulai dari penyesuaian regulasi hingga volatilitas pasar global.

"Situasi ini justru jadi momen untuk memperkuat strategi underwriting, melakukan diversifikasi portofolio, dan meningkatkan efisiensi operasional," kata Delil dalam keterangan resminya, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga: Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK

Selain itu, kata Delil, peningkatan claim incured juga menjadi momen untuk memperkuat analisis risiko dan penyempurnaan model pricing ke depannya.

"Kami tidak terpaku pada pertumbuhan volume semata, kualitas dan keseimbangan portofolio jadi prioritas utama," lanjutnya.

Menjelang akhir tahun, Indonesia Re optimistis terhadap pertumbuhan kinerja keuangannya. Adapun beberapa strategi telah disiapkan untuk menopang pertumbuhan tersebut. Di antaranya, penyesuaian portofolio investasi dengan pendekatan liability driven investmen.

Kemudian, optimalisasi momentum pasar termasuk potensi kenaikan Surat Berharga Negara (SBN) dan indeks saham untuk mendorong capital gain.

Terakhir, melakukan penguatan strategi selektif pada lini fakultatif dan treaty, dengan memprioritaskan profitabilitas dan kualitas bisnis perusahaan.

"Dengan fondasi bisnis dan strategi underwriting yang selektif, kami yakin bawa momentum positif akan berlanjut hingga Desember 2025," tuturnya.

Baca Juga: Allianz Syariah Terapkan Maqasid Syariah, Kontribusi Rp 593,06 M per September 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×