kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Penuhi Kebutuhan Pembiayaan, Samir Buka Peluang Kerjasama dengan Lender Institusional


Senin, 14 September 2026 / 11:31 WIB
Penuhi Kebutuhan Pembiayaan, Samir Buka Peluang Kerjasama dengan Lender Institusional
ILUSTRASI. Fintech, Pinjaman Online, Pinjol (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) masih membuka peluang untuk bekerja sama dengan lender institusional dari perbankan ke depannya. Direktur Utama Samir, Handy Juniandri mengatakan hal itu karena perbankan begitu dibutuhkan penyelenggara fintech lending untuk memenuhi kebutuhan penyaluran pembiayaan.

"Kami membuka kerja sama dengan perbankan, karena pindar tidak bisa berjalan sendiri. Kami perlu beriringan salah satunya dengan lender perbankan," ujarnya dalam media gathering, Sabtu (12/9/2026).

Selain itu, Handy menerangkan Samir juga menutup kemungkinan melakukan kerja sama dengan lender nonperbankan baik nasional maupun luar negeri. Oleh karena itu, dia bilang paling penting adalah menjaga reputasi, khususnya kepada investor agar mau bekerja sama dengan Samir. 

Lebih lanjut, Handy mengatakan perbankan juga memiliki penilaian tersendiri dalam memberikan pendanaan lewat platform fintech lending. Dia menyebut perbankan juga melakukan penilaian bukan dari sisi kemampuan penyaluran pembiayaan suatu penyelenggara.

Baca Juga: Ini Strategi Fintech Samir untuk Jaga TWP90 Tetap Terkendali

"Namun, menilai juga pindar itu bisa patuh terhadap regulasi yang ada. Hal itu yang menjadi dasar kami optimis bisa bekerja sama dengan perbankan-perbankan lainnya tahun ini," ucapnya.

Sementara itu, Handy menyampaikan sudah ada 12 lender institusi di Samir sejauh ini. Dia bilang tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Adapun tiga lender institusi lainnya berasal dari luar negeri.

"Kehadiran tiga lender institusi dari perbankan makin memperlihatkan kepercayaan dari korporasi terhadap infrastruktur dan mitigasi risiko yang diimplementasikan oleh Samir makin kuat,” kata Handy.

Baca Juga: Samir Ungkap Tantangan Ekspansi Pindar ke Luar Jawa, Infrastruktur Digital Kendalanya

Handy menambahkan, saat ini, Samir sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lainnya untuk menjadi lender institusional perusahaan. Seiring hal itu, dia menyebut Samir akan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen. 

Sebagai informasi, Samir mencatatkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 3 triliun per Agustus 2026. Nilainya bertumbuh sebesar 63%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,8 triliun. 

Baca Juga: Fintech Samir Salurkan Pembiayaan Kumulatif Rp 7,8 Triliun ke 5,3 Juta Akun Borrower

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×