kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Kredit Perbankan Tumbuh Kencang, Tapi Yield Terus Menyusut


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 07:10 WIB
Kredit Perbankan Tumbuh Kencang, Tapi Yield Terus Menyusut
ILUSTRASI. Petugas Teller Bank BNI Melayani Nasabahnya (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan masih melaju kencang sepanjang tahun 2026 ini, tetapi peningkatan penyaluran pembiayaan belum diikuti kenaikan imbal hasil (yield) kredit. 

Bergesernya portofolio kredit ke segmen korporasi yang menawarkan bunga lebih rendah membuat rata-rata yield industri perbankan terus menyusut.

Data Survei Perbankan Indonesia (SPI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rata-rata yield kredit industri perbankan turun 0,49 poin persentase secara tahunan menjadi 8,11% per Mei 2026.

Kondisi ini terjadi di tengah pertumbuhan kredit yang masih solid, yakni 12,67% secara tahunan.

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit Program Perumahan Rp 10,94 Triliun hingga Juli 2026

Fenomena tersebut juga terlihat di sejumlah bank besar. PT Bank Mandiri Tbk, misalnya, mencatat yield kredit bank only turun menjadi 6,91% pada kuartal II-2026, dibandingkan 7,11% pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan segmennya, yield kredit korporasi Bank Mandiri menjadi yang paling rendah, yakni 5,94% pada semester I-2026. Sebaliknya, kredit mikro dan payroll masih memberikan imbal hasil tertinggi sebesar 10,6%, disusul kredit konsumer sebesar 7,55%.

Di sisi lain, ekspansi kredit Bank Mandiri tetap agresif. Hingga Juni 2026, kredit perseroan tumbuh 19,9% secara tahunan, dengan fokus pembiayaan pada sektor-sektor produktif seperti perkebunan, hilirisasi, transportasi dan logistik, energi, serta sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian nasional.

"Kami terus mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor yang memiliki efek ganda terhadap ekonomi nasional," ujar Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Permata Bank Bukukan Laba Bersih Naik 4,5% di Semester I-2026, Kredit Tumbuh 5,3%

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menilai penurunan yield terutama dipicu perubahan komposisi portofolio kredit dan menyusutnya margin perbankan.

Menurutnya, bank kini lebih banyak menyalurkan kredit investasi dan korporasi yang secara umum menawarkan tingkat bunga lebih rendah dibandingkan segmen ritel.

Ia menjelaskan, debitur korporasi memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan profil risiko yang relatif lebih terukur.

Di saat yang sama, persaingan antarbank untuk memperoleh debitur korporasi berkualitas semakin ketat sehingga bank harus menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif.

Akibatnya, meskipun penyaluran kredit terus meningkat, rata-rata yield portofolio kredit industri tetap mengalami penurunan.

Josua memperkirakan tren penurunan yield masih akan berlanjut secara terbatas pada kuartal III-2026 sebelum cenderung stabil pada kuartal IV. Hingga akhir tahun, ia memperkirakan rata-rata yield kredit industri berada di kisaran 7,95% hingga 8,15%.

Baca Juga: BCA Belum Agresif Naikkan Bunga Kredit, Ini Pertimbangannya

Sementara itu, EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan pergerakan yield kredit dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi pasar, keseimbangan permintaan dan penawaran kredit, likuiditas perbankan, hingga arah suku bunga acuan. 

Hera menambahkan, penyaluran kredit BCA ke sektor produktif hingga Juni 2026 masih mencatat pertumbuhan sekitar 11%, mencerminkan permintaan pembiayaan yang tetap terjaga meski margin kredit berada dalam tekanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×