Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) berkomitmen mendukung sektor keberlanjutan. Ini utamanya dilakukan Permata Bank dengan meningkatkan penyaluran pembiayaan di sektor berkelanjutan alias kredit hijau.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli menyebut hingga Februari 2026, kredit hijau memiliki porsi sebesar 18,3% dari total portofolio pembiayaan Permata Bank.
Angka tersebut turun tipis dari Desember 2025 di mana kredit hijau punya porsi 18,4% dari keseluruhan portofolio. Adapun pada Desember 2025, kredit hijau Permata Bank tumbuh 33% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 30,1 triliun.
Baca Juga: Asei: SRBI Bisa Jadi Alternatif Investasi Jangka Pendek yang Menarik
"Dalam penyaluran kredit hijau, Permata Bank berkomitmen mematuhi regulasi pemerintah melalui penerapan uji tuntas yang ketat di seluruh sektor industri, termasuk pembatasan pembiayaan pada sektor beremisi tinggi," kata Meliza kepada Kontan.
Meliza menyebut kredit hijau Permata Bank utamanya disalurkan untuk kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL), termasuk untuk proyek energi terbarukan, pencegahan dan pengendalian polusi, serta pengelolaan lahan dan sumber daya alam berkelanjutan.
Selain untuk proyek korporasi, Permata Bank juga memiliki kredit di segmen konsumer, yakni multiguna hijau yang dapat digunakan nasabah untuk pembiayaan kendaraan listrik.
Meliza memastikan bank yang dipimpinnya akan memacu pertumbuhan kredit hijau. Ia optimistis ekosistem bisnis juga akan mulai condong pada tren berkelanjutan.
Baca Juga: Bank Danamon Pastikan Portofolio Kredit Hijaunya Tumbuh Positif pada 2026
"Prospek penyaluran kredit hijau di Permata Bank tahun ini dinilai tetap positif, seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap praktik bisnis dan gaya hidup yang berkelanjutan, serta dukungan kebijakan pemerintah," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













