kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.636   50,00   0,28%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Per Maret, Pegadaian salurkan pinjaman sampai Rp 38,3 triliun


Selasa, 17 April 2018 / 20:52 WIB
ILUSTRASI. Peremajaan gerai Pegadaian


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pegadaian (Persero) mencatakan jumlah penyaluran pinjaman sekitar Rp 38,3 triliun per Maret 2018. Jumlah itu naik 6% dibandingkan dengan tahun 2017.

“Penyaluran itu mengalami pertumbuhan 6% dari periode yang sama di tahun lalu sekitar Rp 37 triliun sekian. Saya adanya data Maret, untuk Januari-Februari dan kuartal I 2018 tidak saya pegang,” kata Direktur Keuangan PT Pegadaian Teguh Widodo kepada Kontan.co.id, Selasa (17/4).

Teguh mengatakan, bahwa kenaikan penyaluran tersebut karena disebabkan tiga faktor, yakni kenaikan jumlah nasabah, meningkatnya transaksi digital melalui aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS), serta meningkatnya jumlah agen Pegadaian.

“Pertama nasabah kami naik menjadi 9,7 juta pelanggan sampai posisi bulan Maret dan kedua, kami meluncurkan PDS yang bisa bisa diakses melalui mobile phone. Hal ini memperbesar trasaksi digital pula,” kata Teguh.

Dia menyebut, Pegadaian sudah mempunyai 3.400 agen baru yang sedang dilatih mengenai ilmu dan teknik pergadaian. Rencana tahun ini bisa memiliki total 6.000 agen baru yang berarti hal ini bisa membantu penyaluran pinjaman lebih besar.

“Karena produknya lebih banyak, sehingga agen ini bisa membantu transaksi penyaluran pegadaian,” kata dia.

Tahun ini pegadaian menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,2 triliun. Dengan dana tersebut perseroan akan digunakan untuk menjalankan tiga program prioritas tahun ini yaitu membangun kantor cabang baru, pengembangan informasi teknologi (IT) dan pembaruan inventaris kantor.

“Untuk membangun kantor cabang baru kami anggarkan Rp 400 miliar, sedangkan IT juga Rp 400 miliar dan ini nilainya lumayan besar karena Pegadaian mau transformasi ke arah digital. Sisanya untuk untuk memperbaiki inventaris kantor,”pungkasnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×