kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Peran Agen Asuransi Tetap Krusial di Era Digital


Minggu, 12 April 2026 / 13:17 WIB
Peran Agen Asuransi Tetap Krusial di Era Digital
ILUSTRASI. Digitalisasi asuransi terus meningkat, namun agen masih jadi jalur penting. Pelajari tantangan yang harus diatasi agar tak tergerus teknologi. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai kanal distribusi melalui tenaga agen masih memegang peran penting dalam industri asuransi, meskipun transformasi digital terus berkembang pesat.

"Kanal distribusi melalui agen masih menjadi salah satu jalur yang penting dalam pemasaran produk asuransi," ujar Ketua Umum AAUI, Budi Herawan kepada Kontan, Sabtu (12/4/26).

Menurutnya, agen asuransi masih unggul terutama dalam memasarkan produk yang membutuhkan edukasi dan pendekatan personal. Peran ini dinilai penting untuk membantu nasabah memahami manfaat perlindungan, ruang lingkup jaminan, hingga proses klaim secara komprehensif.

Pandangan serupa disampaikan oleh pengamat asuransi, Irvan Rahardjo. Ia menilai agen tetap menjadi kanal distribusi yang efisien, khususnya untuk produk kompleks seperti unit link yang memerlukan penjelasan mendalam.

Baca Juga: BSI Genjot Digitalisasi ESG, Pengguna BYOND Melonjak 197% YoY

"Meski penjualan digital tumbuh, agen tetap krusial untuk edukasi nasabah, konsultasi dan pendampingan klaim," katanya.

Di tengah pesatnya perkembangan layanan digital, Irvan memproyeksikan kanal digital akan semakin dominan, terutama untuk produk-produk sederhana. Bahkan, produk tradisional yang dipasarkan secara digital diperkirakan dapat menyumbang hingga 45% terhadap total penjualan pada 2027.

Strategi Hybrid Jadi Solusi Optimal

Menghadapi dinamika tersebut, pendekatan hybrid yang menggabungkan kekuatan agen dan kanal digital dinilai menjadi strategi paling optimal saat ini. Model ini memungkinkan perusahaan asuransi menjangkau berbagai segmen pasar secara lebih luas dan efektif.

Budi menegaskan, sinergi antara agen dan digital bukanlah kompetisi, melainkan saling melengkapi dalam ekosistem distribusi. Kanal digital mempercepat akses dan efisiensi, sementara agen memberikan sentuhan personal yang tidak tergantikan.

Tantangan Agen di Tengah Disrupsi Teknologi

Meski tetap relevan, agen asuransi menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah tuntutan untuk mengadopsi teknologi digital seperti artificial intelligence (AI) dan insurtech, rendahnya literasi asuransi masyarakat, hingga meningkatnya persaingan industri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AAUI mendorong peningkatan profesionalisme agen melalui sertifikasi terstandar. Salah satunya melalui Lembaga Sertifikasi Profesi AAUI (LSP AAUI) yang telah berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, agen juga didorong untuk memanfaatkan platform digital dalam proses pemasaran, pelayanan nasabah, hingga integrasi dengan sistem perusahaan asuransi.

Penguatan Regulasi dan Transparansi

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri, OJK telah meluncurkan database agen yang terintegrasi secara digital dan dilengkapi QR Code sebagai identitas resmi. Sistem ini memungkinkan masyarakat untuk memverifikasi kredibilitas agen secara mandiri.

Baca Juga: OJK Arahkan Kredit Bank ke Program Prioritas, Risiko Kualitas Aset Mengintai

Langkah ini diperkuat dengan peluncuran Database Agen Asuransi Indonesia pada 2025, yang menjadi rujukan legalitas agen sekaligus mempertegas peran strategis agen dalam industri.

Menurut Budi, inisiatif tersebut penting untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik, sekaligus memperkuat posisi agen di tengah percepatan digitalisasi.

Di tengah transformasi yang berlangsung, kinerja industri asuransi umum tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data AAUI, total premi asuransi umum tumbuh 5,5% pada 2025, dari Rp107,6 triliun menjadi Rp113,6 triliun. Sementara itu, total klaim tercatat sebesar Rp49,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×