kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Perbanas Imbau Bank-Bank Besar Bagi Pengalaman Atasi Serangan Siber ke Bank Lainnya


Kamis, 13 Maret 2025 / 15:59 WIB
Perbanas Imbau Bank-Bank Besar Bagi Pengalaman Atasi Serangan Siber ke Bank Lainnya
ILUSTRASI. Perbanas mengimbau adanya sharing pengalaman dari bank-bank yang memang pernah mengalami insiden tersebut. KONTAN/Ardian Taufik Gesuri


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Insiden serangan siber di industri perbankan tak terelakkan. Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) pun mengimbau adanya sharing pengalaman dari bank-bank yang memang pernah mengalami insiden tersebut.

Dalam hal ini, Ketua Umum Perbanas Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan bank-bank besar bisa berbagi pengalaman ke bank lainnya terkait serangan siber. Mengingat, bank-bank tersebut berpengalaman dalam hal ini.

“Ini yang penting karena di bank-bank besar yang sudah terbiasa dengan insiden siber, seperti di Bank Mandiri, BRI, BCA  ini kita minta share,” ujar Kartika di DPR, Kamis (13/3).

Baca Juga: Perbanas Soroti Simpanan Masyarakat Kecil yang Terus Susut Jadi Tantangan Perbankan

Lebih lanjut, Kartika berharap industri perbankan di tanah air bisa sama-sama mampu mengatasi serangan siber. Setidaknya, setiap bank memiliki protokol untuk menjaga serangan siber tersebut.

“Harapannya, aplikasi-aplikasi mobile yang ada di perbankan ini benar-benar bisa kita jaga dari sisi reliability dan security-nya,” tambahnya.

Di sisi lain, Kartika bilang Perbanas juga selalu mendorong masyarakat dalam hal literasi keuangan. Di mana, masyarakat bisa semakin bijak dalam pengelolaan keuangan terutama secara digital.

Ia mengambil contoh dengan melakukan edukasi untuk nasabah tidak secara mudah memberikan data pribadi. Sebab, risikonya, data-data pribadi tersebut bisa disalahgunakan.

“Sehingga perbankan juga bisa melindungi nasabah dari ancaman fraud sosial atau social engineering,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×