Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi bagian strategi perusahaan sekuritas untuk meningkatkan layanan kepada investor ritel. Teknologi ini untuk membantu investor mengolah informasi pasar, memahami kinerja emiten, hingga menganalisis pergerakan saham.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan layanan tersebut adalah PT Tuntun Sekuritas Indonesia. Sejak memperkenalkan asisten analisis berbasis generative AI pada April 2026, perusahaan mengklaim menghasilkan lebih dari tiga juta analisis dari sekitar 150.000 pertanyaan pengguna.
Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi mengatakan, penggunaan AI di platform sekuritas tidak hanya untuk memberikan informasi secara cepat. Tapi juga membantu investor memahami berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar.
Baca Juga: OJK: Kredit Perbankan Tumbuh 13,26% dan DPK Tumbuh 8,22% pada Kuartal III- 2026
Menurut dia, investor dapat mengajukan pertanyaan lanjutan dalam satu percakapan. Sehingga analisa tetap mempertimbangkan konteks pembahasan sebelumnya. Informasibersumber dari data pasar real-time dan riset internal perusahaan.
"Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor, sesuai pemahaman dan profil risikonya masing-masing," ujar Ricki dalam rilis, Rabu (4/11).
Tuntun juga mengembangkan fitur konsultasi berbasis AI yang memungkinkan pengguna berdiskusi mengenai dampak berita terhadap emiten, perkembangan sektor, hingga analisis teknikal saham. Dengan persetujuan pengguna, sistem tersebut juga dapat mengakses informasi portofolio untuk menghasilkan analisis yang lebih relevan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
