kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perlu satu tahun, BNI bisa masuk ke industri migas


Jumat, 22 November 2013 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Untuk mencegah kasus importasi PMK antar daerah, pemerintah melakukan kebijakan pengendalian lalu lintas hewan beserta produknya.


Reporter: Rr Dian Kusumo Hapsari | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merupakan bank nasional pertama yang melayani jasa trustee bagi industri migas domestik. Hal ini di tandai dengan penandatanganan trustee paying agent agreement (TPPA) dengan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd yang difasilitasi oleh SKK Migas.

Gatot Suwondo, Direktur Utama BNI mengakui bahwa sangat sulit untuk bisa masuk ke sektor migas. Gatot mengatakan untuk bisa memberikan TPPA, BNI membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk mempelajarinya.

“Untuk mempelajari prosedur dalam industri migas dengan fasilitas trustee ini, setahun lebih kami belajar di Singapura,” tuturnya, Jumat (21/11) di Jakarta.

Walaupun demikian, lanjut Gatot, dalam perjanjian awal ini, BNI belum berani langsung memberikan pinjaman kepada perusahaan migas, karena harus mempelajari lebih dalam lagi mengenai sektor ini.

“Kami punya niat untuk ikut pengembangan migas, tapi kami masih belum berani kalau menyediakan pinjaman. Jadi kami awali dengan memberikan jasa keuangan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×