kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Perluas jaringan pasar, LPEI dorong 353 produk UMKM masuk marketplace Alibaba


Rabu, 18 Agustus 2021 / 23:29 WIB
ILUSTRASI. Pelaku UMKM binaan LPEI memproduksi produk tekstil kualitas ekspor.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan bisnis UMKM di Indonesia terkendala akibat dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Termasuk para pelaku UMKM yang menyasar pasar global lewat aktivitas ekspor.

Agar para bisnis ekspor UMKM tetap berjalan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)  mendorong pelaku UMKM masuk ke ekosistem ecommerce global seperti Alibaba.

LPEI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional berkomitmen meningkatkan kelas UMKM tidak hanya melalui aspek finansial namun juga aspek non finansial.

Program-program seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, Desa Devisa yaitu program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding adalah diantaranya.

Baca Juga: LPEI telah salurkan pembiayaan ke UMKM Rp 14,5 triliun per Juni 2021

“Tantangan pandemi tidak menghalangi kami untuk terus menciptakan eksportir baru. Salah satunya dengan program yang kami miliki yaitu memberikan pendampingan sehingga para UKM siap untuk diunggah ke global marketplace. Tercatat 353 produk Indonesia dari berbagai komoditas termasuk tekstil telah diunggah di Alibaba dengan harapan adanya pertemuan dengan buyer pada platform tersebut,” papar Maqin Noorhadi, Direktur Pelaksana II LPEI dalam keterangan tertulis pada Rabu (18/8).

Sektor tekstil ikut tedampak akibat kebijakan pembatasan mobilitas yang diberlakukan sejumlah negara tujuan ekspor. Pembatalan sejumlah pesanan pun tak terelakkan.




TERBARU

[X]
×