kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PT SMI dan GREI Teken Perjanjian Pembiayaan Rp 125 Miliar untuk Pengembangan PLTS


Sabtu, 23 Mei 2026 / 21:08 WIB
PT SMI dan GREI Teken Perjanjian Pembiayaan Rp 125 Miliar untuk Pengembangan PLTS
ILUSTRASI. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI teken perjanjian dengan PT Greenroof Energy Indo (KONTAN/PT SMI)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI teken perjanjian dengan PT Greenroof Energy Indonesia (GREI) atau CN Greenroof Asia dalam pemberian pembiayaan investasi dengan limit fasilitas kredit investasi maksimum sebesar Rp 125 miliar. Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi Gani, menyampaikan pembiayaan itu digunakan untuk refinancing pembangunan proyek photovoltaic solar panel (PLTS) milik GREI yang telah beroperasi.

Penandatanganan ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya untuk sektor komersial dan industri di Indonesia.

Sylvi menerangkan pembiayaan itu merupakan bentuk dukungan PT SMI terhadap percepatan transisi energi nasional, sekaligus penguatan ekosistem pembiayaan hijau di Indonesia. 

“Kolaborasi dengan PT GREI diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi surya di sektor komersial dan industri, sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target transisi energi dan pengurangan emisi karbon,” ujar Sylvi dalam keterangan resmi, Jumat (22/5).

Direktur PT GREI Eduardus Pandik menyampaikan bahwa kerja sama itu menjadi momentum penting bagi PT GREI dalam memperkuat pengembangan proyek energi surya di Indonesia. 

"Kami percaya pemanfaatan energi surya tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi energi dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi hijau yang lebih luas,” kata Eduardus.

Eduardus menyampaikan PT GREI berfokus menghadirkan akses energi bersih melalui skema pembiayaan jangka panjang tanpa investasi awal dari pelanggan. Melalui model bisnis tersebut, PT GREI menanggung seluruh biaya investasi, instalasi, operasional, dan pemeliharaan PLTS, sehingga pelanggan dapat memperoleh manfaat penghematan biaya listrik sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dari sisi industri, Eduardus menilai dukungan terhadap pengembangan PLTS sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Di tingkat regional, CN Green Roof Asia juga menargetkan ekspansi pengembangan platform energi surya dari 110 MW menjadi 500 Mega Watt (MW) dalam lima tahun ke depan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Asal tahu saja, pemegang saham atau grup PT GREI yaitu CN Green Roof Asia Pte. Ltd. adalah perusahaan joint venture dari Climate Fund Managers melalui Climate Investor One (CI1) dan Norfund, untuk investasi, konstruksi dan operasi solar dan energy storage solution di Vietnam, Indonesia, serta Filipina.

CI1 adalah fasilitas pembiayaan campuran (blended finance) senilai US$ 1 miliar yang berfokus pada infrastruktur energi terbarukan di pasar negara berkembang atau emerging markets. Fasilitas itu didukung oleh investor dari sektor publik dan swasta, termasuk Komisi Uni Eropa melalui Global Gateway sebagai bagian dari komitmen Uni Eropa dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan, aksi iklim, dan investasi infrastruktur hijau berkualitas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×