Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Bank membukukan laba bersih yang tumbuh 4,5% secara tahunan (year on year/yoy), didukung oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebesar 3,3% yoy.
Di saat yang sama, Permata Bank juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,3% yoy menjadi Rp 171,2 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, kinerja semester I-2026 mencerminkan hasil kinerja yang sehat sekaligus menunjukkan kepercayaan nasabah serta kemampuan bank untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
Baca Juga: CNAF Telah Salurkan Pembiayaan Baru di Luar Jawa Rp 934 Miliar pada Semester I-2026
"Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan individu maupun pelaku usaha, kami hadir lebih dari sekadar memberikan layanan perbankan. Kami mendampingi nasabah sebagai mitra finansial terpercaya dengan membangun hubungan yang kuat lintas generasi dan hadir sepanjang perjalanan finansial mereka, baik sebagai individu, keluarga, maupun pelaku usaha," ujar Meliza dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).
Permata Bank juga terus mengoptimalkan dukungan dari Bangkok Bank Group sebagai pemegang saham pengendali melalui sinergi untuk menghadirkan peluang nasabah baru, rekomendasi bisnis strategis, serta layanan yang terintegrasi.
Dari sisi likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level 90,3% pada akhir Juni 2026, meningkat dibandingkan 85,6% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 333,4% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 124%, atau jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Bank juga menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas dengan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 57,9% hingga semester I-2026.
Pertumbuhan kredit ditopang oleh peningkatan kredit korporasi sebesar 9,7% YoY menjadi Rp 106,4 triliun dan kredit komersial yang naik 5,7% YoY menjadi Rp 21,9 triliun. Sementara itu, pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp 7 triliun atau tumbuh 11,8% dibandingkan semester I-2025.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross berada di level 2,1%, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun loan at risk (LAR) membaik menjadi 5,9% dari sebelumnya 7%.
Permata Bank juga mempertahankan rasio pencadangan yang kuat dengan NPL coverage sebesar 367,5% dan LAR coverage sebesar 128,8%.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 33% dengan common equity tier-1 (CET-1) sebesar 24,7%. Menurut perseroan, posisi tersebut menjadi salah satu yang terkuat di antara bank-bank komersial besar di Indonesia dan menjadi modal untuk mendukung ekspansi bisnis, baik secara organik maupun anorganik.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank membukukan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 396,2 miliar atau tumbuh 2,6% YoY. Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 57,5% YoY.
Pada semester I-2026, Permata Bank bersama Bangkok Bank juga kembali menyelenggarakan Indonesia Investment & Trade Forum sebagai upaya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand.
Baca Juga: Askrindo Andalkan Diversifikasi dan Digitalisasi untuk Perkuat Pertumbuhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














