Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan penyaluran pembiayaan baru di luar pulau Jawa sebesar Rp 934 miliar pada semester I-2026.
Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan hingga paruh pertama tahun ini, perusahaan telah menyalurkan total pembiayaan baru Rp 3,7 triliun.
Dari total tersebut sekitar 75% masih berasal dari pulau Jawa dengan nilai Rp 2,7 triliun, sedangkan pembiayaan di luar Jawa berkontribusi sekitar 25%.
Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance, Ristiawan Suherman, mengatakan hingga saat ini pembiayaan di pulau Jawa masih lebih kuat karena aktivitas ekonomi dan tingkat konsumsi relatif lebih tinggi.
Baca Juga: Pembiayaan Dana Tunai CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Tumbuh 57% pada Semester I-2026
Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan di sejumlah wilayah di luar Jawa lebih selektif karena mengikuti dinamika ekonomi daerah dan karakteristik sektor usaha masing-masing.
Menurutnya, kondisi fiskal di sejumlah daerah memang menjadi salah satu faktor yang patut dicermati perusahaan karena berpotensi memengaruhi ekonomi lokal. Namun, dampaknya terhadap industri pembiayaan nasional masih bervariasi.
"Sejauh ini belum dapat disimpulkan adanya pelemahan pembiayaan di luar Jawa karena kondisi antardaerah berbeda-beda tergantung pada ketahanan perekonomian masing-masing wilayah," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/7/26).
Memasuki semester II-2026, CNAF tetap mengantisipasi berbagai tantangan, termasuk kondisi fiskal daerah serta karakteristik ekonomi wilayah yang banyak ditopang sektor komoditas.
Baca Juga: CNAF Catat Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan Rp1,06 Triliun hingga Juni 2026
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, perseroan akan terus menerapkan strategi penyaluran pembiayaan yang selektif, memperkuat manajemen risiko, serta memanfaatkan digitalisasi agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














