kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo, Risiko Klaim Meningkat


Kamis, 22 Oktober 2026 / 19:08 WIB
Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo, Risiko Klaim Meningkat
ILUSTRASI. Asuransi Marine Cargo (KONTAN/Cheppy A Muchlis)


Reporter: Belva Safina | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Klaim asuransi pengangkutan barang atau marine cargo tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan premi hingga Agustus 2026.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, klaim asuransi marine cargo naik 16,95%, sedangkan premi hanya tumbuh 3,49%.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai, ketimpangan pertumbuhan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari persaingan tarif premi, pergeseran aktivitas perdagangan ke pasar domestik, hingga kelemahan dalam proses penilaian risiko (underwriting dan risk assessment).

Baca Juga: BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp 1 Triliun

Menurut Irvan, persaingan di lini asuransi marine cargo masih ketat. Untuk mempertahankan nasabah besar, termasuk perusahaan di sektor komoditas, perusahaan asuransi kerap menawarkan tarif premi rendah atau diskon berdasarkan volume pertanggungan.

“Untuk mengamankan portofolio nasabah besar, seperti korporasi komoditas, perusahaan asuransi kerap terjebak dalam perang tarif premi rendah atau memberikan diskon volume (bulk buy). Hal ini membuat volume barang yang diasuransikan naik, namun pendapatan premi tidak tumbuh proporsional,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (22/10/2026).

Selain persaingan tarif, pergeseran aktivitas perdagangan turut memengaruhi kinerja lini bisnis ini.

Perlambatan ekspor-impor akibat tekanan daya beli global dan ketidakpastian geopolitik membuat portofolio asuransi marine cargo nasional semakin ditopang oleh pengiriman domestik dan regional.

Baca Juga: Allianz Syariah Catatkan Kontribusi Rp 1,5 Triliun per Agustus 2026

Di sisi lain, penilaian risiko yang belum sepenuhnya akurat juga menjadi tantangan bagi industri. Penetapan premi dinilai perlu lebih mencerminkan profil risiko terkini, termasuk potensi kerugian akibat perubahan iklim dan ketegangan geopolitik.

Irvan menjelaskan, penyesuaian tarif premi dapat menjadi salah satu langkah yang ditempuh perusahaan asuransi untuk menjaga keseimbangan antara pendapatan premi dan potensi klaim. Namun, penyesuaian tersebut tidak dilakukan secara seragam melalui kenaikan tarif massal.

Penetapan tarif tetap mengacu pada mekanisme industri dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing pertanggungan atau risk-based pricing.

Dengan pendekatan ini, besaran premi disesuaikan dengan tingkat risiko yang dihadapi, bukan semata-mata mengikuti kenaikan tarif secara umum.

Menurut Irvan, regulator tidak melarang penyesuaian tarif sepanjang dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan perhitungan risiko yang memadai untuk menjaga keberlanjutan usaha industri asuransi.

Baca Juga: Premi Unitlink Tumbuh 18,34% per Agustus 2026, Ini Catatan OJK

“Rute kenaikan tarif premi ini akan diprioritaskan bagi wilayah atau jalur distribusi pengiriman komoditas yang memiliki eksposur kerugian atau kerawanan bencana yang sangat tinggi,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×