Reporter: Mona Tobing | Editor: Adi Wikanto
JAKARTA. Kebakaran hutan yang melanda pulau Sumatera dan Kalimantan turut berdampak pada pembiayaan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Jika persoalan asap tidak terselesaikan, PNM khawatir kualias pembiayaan akan mengalami kenaikan.
Gung Panggodo, Sekretaris Perusahaan PNM mengakui, asap yang melanda pulau Sumatera dan Kalimantan mengganggu aktifitas bisnis PNM.
Ia mencontohkan, karena asap penyaluran pembiayaan terhenti selain itu penagihan kepada debitur juga mengalami gangguan.
"Praktis pembiayaan akan mengalami penurunan begitu juga kualitas kredit kami. Apalagi Sumatera menjadi pulau kedua terbesar dari pembiayaan kami. Total dari Sumatera berkontribusi 15%-20%," tandas Gung pada Jumat (30/10).
Meski belum menyebut nilai kerugian yang terjadi akibat musibah asap.
Namun Gung mengatakan, paling riil dapat dilihat dari angka non perfoaming loan (NPL) PNM yang naik menjadi 4% pada September 2015 dari posisi Desember 2014 hanya 2,8%.
Menghadapi kondisi ini, PNM lebih memilih untuk melakukan perbaikan kualitas pembiayaan.
Ketimbang menggeber penyaluran kredit.
"Kondisi saat ini lebih baik jaga kredit macet agar tidak naik," ujar Gung.
Hingga September penyaluran pembiayaan dari unit layanan modal mikro PNM telah mencapai Rp 1,55 triliun turun 10% secara year on year (yoy).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













