Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembiayaan konsumtif masih mendominasi industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) hingga pertengahan tahun 2026.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan produktif per Juni 2026 mencapai Rp35,12 triliun atau setara 33,41% dari total outstanding industri. Artinya, pembiayaan konsumtif masih mendominasi dengan porsi sekitar 60% dari total outstanding industri pindar.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar menilai, baik pembiayaan konsumtif maupun produktif sama-sama memiliki nilai tambah bagi perekonomian.
“Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai pinjaman konsumtif dan produktif sama-sama memiliki nilai tambah ekonomi, ujarnya kepada Kontan, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: Pindar Makin Banyak Dipakai untuk Kebutuhan Konsumsi
Terkhusus untuk segmen pembiayaan konsumtif, Entjik menilai bahwa segmen ini berperan dalam membantu konsumen mempertahankan tingkat konsumsi rumah tangga.
Meski begitu, pinjaman konsumtif juga bisa dimanfaatkan oleh usaha ultra mikro untuk modal usaha harian karena kebutuhan pendanaan mereka tidak terlalu besar.
Dengan begitu, meski industri pindar memiliki segmen pembiayaan produktif yang dimanfaatkan oleh pelaku usaha atau UMKM untuk menambah modal kerja, segmen pembiayaan konsumtif juga bisa dimanfaatkan untuk memberi modal tambahan bagi pelaku usaha.
Di samping itu, AFPI juga terus berupaya menyediakan alternatif pembiayaan yang inklusif sehingga masyarakat bisa mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan, baik untuk keperluan konsumtif maupun produktif.
Baca Juga: Penyaluran Fintech Lending Tembus Rp105,14 Triliun, Responsible Lending Jadi Sorotan
Di sisi lain, AFPI senantiasa berupaya mendorong penggunaan pinjaman secara bijak dan bertanggung jawab. Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan edukasi, baik melalui edukasi langsung maupun memanfaatkan media sosial.
Melalui upaya edukasi ini, diharapkan masyarakat bisa terhindar dari risiko utang yang menumpuk. Sejalan dengan itu, upaya ini juga dilakukan untuk memastikan pertumbuhan industri pindar berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: AFPI Beberkan Sejumlah Tantangan yang Pengaruhi Pembiayaan Produktif Fintech Lending
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














