Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi pembiayaan fintech peer to peer (P2P) atau pinjaman daring (pindar) ke sektor produktif.
Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar mengatakan sejumlah tantangan dalam pembiayaan produktif adalah ketidakpastian ekonomi yang dipengaruhi berbagai faktor eksternal, seperti kondisi ekonomi global dan daya beli masyarakat.
"Oleh karena itu, industri pindar terus memperkuat pendekatan prudent dan konservatif dalam menyalurkan pinjaman produktif," katanya kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).
Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan produktif ke depannya, Entjik menyampaikan AFPI melakukan berbagai upaya, seperti memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan, pemberi pinjaman, investor, serta komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: Credit Gap Masih Besar, AFPI Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pindar
"Salah satunya diwujudkan lewat penyelenggaraan Fintech Lending Days sebagai strategic industry forum," kata Entjik.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menilai dukungan terhadap pembiayaan produktif, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) oleh industri fintech lending sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri sebagai sarana menghadirkan akses pembiayaan yang makin luas dan berkualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Target Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending 40%-50% hingga 2026, Ini Kata AFPI
"Industri fintech lending memiliki posisi yang makin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Sebagai informasi, Otoritas Jasa keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan fintech lending ke sektor produktif sebesar Rp 35,12 triliun per Juni 2026. Porsinya sebesar 33,41% terhadap total pembiayaan industri.
Adapun pembiayaan fintech lending per Juni 2026 tercatat mencapai Rp 105,14 triliun, atau meningkat sebesar 25,88% secara Year on Year (YoY).
Baca Juga: Laba Fintech Lending Melonjak 71,43% per April 2026, Ini Kata AFPI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














