kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Penyaluran Fintech Lending Tembus Rp105,14 Triliun, Responsible Lending Jadi Sorotan


Senin, 24 Agustus 2026 / 12:25 WIB
Penyaluran Fintech Lending Tembus Rp105,14 Triliun, Responsible Lending Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Akses Pendanaan (Dok/Kredit Pintar)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit fintech lending per Juni 2026 mencapai Rp105,14 triliun. Tumbuh 25,88% secara tahunan alias year on year (yoy).

Pertumbuhan industri menunjukkan semakin besarnya peran pendanaan digital dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, akses tersebut perlu diikuti pemahaman yang baik agar masyarakat dapat menjaga arus kas dan memenuhi kewajiban secara bertanggung jawab.

Presiden Direktur Kredit Pintar, Ronny Kasim mengatakan, memberikan akses pembiayaan adalah satu bagian dari peran fintech lending. 

"Tapi peran yang lebih besar adalah membantu masyarakat memahami kapan mereka membutuhkan pendanaan, menentukan jumlah yang sesuai kemampuan, dan tetap memiliki kendali sampai kewajibannya terpenuhi," tegas Ronny, dalam keterangannya, akhir pekan lalu. 

Pengguna menyesuaikan pendanaan dengan kebutuhan dan kemampuan, memahami konsekuensi pembiayaan, serta mengelola kewajiban hingga selesai.

Irgo Bachtiar, Head of Business and Operations Kredit Pintar mengatakan, pertumbuhan bisnis, perluasan akses pembiayaan, dan responsible lending perlu berjalan beriringan.

Baca Juga: Bidik Transaksi Remitansi PMI, BRI Luncurkan BRImo Taiwan

"Kami memanfaatkan data dan teknologi untuk memahami kondisi serta kemampuan setiap customer dengan lebih baik, sehingga pendanaan dapat diberikan secara lebih tepat. Pada saat yang sama, responsible lending juga berarti memberikan responsible treatment, termasuk melalui pendekatan collection yang lebih relevan dan empatik,” ujar Irgo.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak cukup diukur dari nilai penyaluran. Kualitas pertumbuhan juga perlu dilihat dari bagaimana pembiayaan diberikan dan bagaimana pengguna menjalankan kewajibannya.

Responsible borrowing tidak berhenti pada keputusan saat seseorang mengambil pendanaan, tetapi mencakup seluruh perjalanan pengguna. Mulai dari memahami kebutuhan dan kemampuan sebelum pendanaan hingga menyelesaikan kewajibannya,” lanjut Irgo.

Transparansi menjadi salah satu bagian dalam proses tersebut. Informasi mengenai biaya, tenor, jumlah pembayaran, tanggal jatuh tempo, dan total kewajiban perlu disampaikan secara jelas agar pengguna dapat mempertimbangkan keputusan pendanaan sesuai kondisi keuangannya.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman Kredit Pintar lebih dari Rp 66 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×