kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.940   23,00   0,14%
  • IDX 9.052   -23,65   -0,26%
  • KOMPAS100 1.253   -2,95   -0,24%
  • LQ45 887   -2,62   -0,29%
  • ISSI 330   -0,34   -0,10%
  • IDX30 452   -0,11   -0,02%
  • IDXHIDIV20 536   2,45   0,46%
  • IDX80 139   -0,35   -0,25%
  • IDXV30 148   0,93   0,63%
  • IDXQ30 145   0,11   0,07%

Porsi Pinjol Produktif Terjun: Target OJK 50% Terancam Gagal?


Minggu, 11 Januari 2026 / 10:44 WIB
Porsi Pinjol Produktif Terjun: Target OJK 50% Terancam Gagal?
ILUSTRASI. Porsi pinjaman produktif P2P lending malah merosot 1,57% dalam dua bulan terakhir. OJK mewanti-wanti selisih besar yang menjauh dari target 50%.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan penyaluran pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending sejauh ini masih didominasi sektor konsumtif. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan outstanding pembiayaan fintech lending ke sektor konsumtif mencapai Rp 63,63 triliun per November 2025.

"Nilai itu memakan porsi 67,09% dari total outstanding industri fintech lending," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Sabtu (10/1/2026).

Dengan demikian, Agusman menyampaikan pembiayaan fintech lending ke sektor produktif mencakup 32,91% dari total outstanding industri per November 2025. 

Jika ditelaah dari data OJK, porsi pembiayaan ke sektor produktif per November 2025 tercatat mengalami penurunan. Misalnya saja, per September 2025, porsi pembiayaan fintech lending ke sektor produktif sebesar 34,48%.

Baca Juga: Ribuan Pinjol Ilegal Diblokir OJK: Cek Jumlahnya di 2025!

Artinya, porsi tersebut makin menjauh dari target yang tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) periode 2023–2028 yang harus mencapai 40%-50% dalam rentang waktu 2025 hingga 2026.

Mengenai target pembiayaan ke sektor produktif, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan industri fintech lending akan terus mengejar target tersebut agar tercapai dalam kurun waktu yang ditentukan.

"Kami terus mengupayakan mengejar agar target tersebut tercapai dengan cara berkerja sama komunitas-komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," ucap Ketua Umum AFPI Entjik Djafar kepada Kontan, Selasa (6/1/2026). 

Selanjutnya: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (11/1/2026) Kompak Naik

Menarik Dibaca: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Minggu (11/1/2026) Kompak Naik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×