kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Premi Amanah Githa terdongkrak asuransi haji


Selasa, 26 September 2017 / 14:25 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - PT AJS Amanahjiwa Giti Artha alias Amanah Githa mencatatkan kinerja yang moncer hingga delapan bulan pertama tahun ini. Sejumlah hal disebut sebagai faktor pendorong kinerja pemain asuransi jiwa syariah ini.

Direktur Utama Amanah Githa Salim AL Bakry menyebut sampai bulan Agustus kemarin, perusahaannya mencatatkan premi sebesar Rp 23 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 44% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, tingginya pertumbuhan premi yang didapat perseroan diantaranya berkontribusi oleh bisnis asuransi haji. Perseroan memang memenangkan tender untuk asuransi haji di tahun ini. Dari bisnis ini, Amanah Githa mengantongi premi sebesar Rp 11,5 miliar.

Sebelumnya, perseroan juga memenangkan tender asuransi haji di tahun 2013, 2014 dan 2016.

Selain dari asuransi haji, Salim melanjutkan, kinerja perseroan juga didorong oleh peningkatan sinergi dengan grup di lingkungan perusahaan seperti Perum Perhutani.

Sebagai catatan, Dana Pensiun Perhutani memang merupakan salah satu pemegang saham di Amanah Githa.

"Diantaranya kami masuk ke asuransi untuk pengunjung wisata alam," katanya, Selasa (26/9).

Pertumbuhan kontribusi yang didapat hingga Agustus turut mendorong akumulasi dana tabarru secara signifikan. Yakni melompat 115% menjadi Rp 7,9 miliar. Sementara surplus dana tabarru juga melonjak dari Rp 1,4 miliar menjadi Rp 4,1 miliar.

Dalam rentang waktu yang bersamaan, pendapatan ujroh perusahaan juga meningkat sebesar 35% dari Rp 4,9 miliar menjadi Rp 6,7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×