kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.608   -231,81   -3,97%
  • KOMPAS100 739   -32,83   -4,26%
  • LQ45 560   -21,15   -3,64%
  • ISSI 195   -8,26   -4,06%
  • IDX30 317   -11,57   -3,52%
  • IDXHIDIV20 393   -14,06   -3,46%
  • IDX80 84   -3,27   -3,74%
  • IDXV30 107   -4,42   -3,97%
  • IDXQ30 102   -3,70   -3,49%

Premi Asuransi Jiwa Masih Berpeluang Tumbuh di Tengah Tekanan Geopolitik


Jumat, 05 Juni 2026 / 15:02 WIB
Premi Asuransi Jiwa Masih Berpeluang Tumbuh di Tengah Tekanan Geopolitik
ILUSTRASI. AAJI yakin premi asuransi jiwa tumbuh positif tahun ini. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) optimistis ruang pertumbuhan pendapatan premi industri asuransi jiwa tetap terbuka pada tahun ini, meski ada sejumlah tantangan yang menghadang.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menyampaikan optimisme itu dipicu mulai adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki asuransi.

"Kami berharap terus positif (pertumbuhan premi). Sebab, kami lihat masyarakat makin paham bahwa asuransi jiwa itu bukan barang mewah yang hanya bisa dimiliki segmen tertentu saja," kata Albertus saat ditemui di Grha AAJI, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Selain itu, Albertus merasa optimistis premi industri bisa bertumbuh mengingat perusahaan asuransi jiwa saat ini sudah menyediakan berbagai produk asuransi yang terjangkau bagi seluruh segmen masyarakat. Dengan demikian, produk asuransi bisa dimiliki semua kalangan.

Baca Juga: OJK Mencatat Kredit Tumbuh 9,98% April 2026, NPL Naik Tipis

"Preminya terjangkau sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, asuransi perlu dimiliki oleh seluruh segmen, dari menengah, bawah, maupun atas," tuturnya.

Meski demikian, Albertus menyampaikan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja pendapatan premi industri asuransi jiwa pada tahun ini, antara lain kondisi makroekonomi dan tekanan geopolitik.

Sementara itu, AAJI mencatat pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal I-2026 mencapai Rp 47,27 triliun. Nilainya terkontraksi tipis 0,5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Meski sedikit terkontraksi, Albertus menerangkan angkanya masih terbilang stabil. Dia bilang hal itu menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa tetap terjaga meskipun kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan.

"Hal itu tentunya menjadi sinyal positif bahwa kebutuhan terhadap perlindungan finansial tetap relevan di tengah ketidakpastian," ungkapnya.

Baca Juga: OJK Surati Perbankan untuk Dukung Implementasi Aturan Baru DHE SDA

Lebih lanjut, Albertus menyampaikan total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026 mencapai Rp 47,63 triliun. Nilainya mengalami kontraksi 6% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dia menyebut terkontraksinya total pendapatan industri utamanya dipengaruhi tekanan pada hasil investasi akibat kondisi pasar yang masih berfluktuasi pada awal tahun.

"Jadi, penurunan itu karena penurunan dari investasi," ucapnya.

Namun, Albertus mengatakan bahwa pergerakan jangka pendek yang terjadi merupakan bagian dari dinamika industri keuangan dan tidak serta-merta mencerminkan kelemahan fundamental industri secara keseluruhan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×