Reporter: Ade Priyatin | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Premi dari lini bisnis asuransi properti bertumbuh di sepanjang tahun 2025.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi asuransi properti tercatat Rp 32,87 triliun pada 2025, meningkat 8,6% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 30,27 triliun.
Premi asuransi properti ini menyumbang 28,9% dari total premi asuransi umum yang bernilai Rp 113,60 triliun pada 2025.
Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo memproyeksikan premi asuransi properti tetap akan tumbuh tahun ini dan menjadi salah satu tulang punggung industri asuransi umum.
"Proyeksi lini asuransi properti tetap cerah dan diproyeksikan tetap tumbuh positif moderat," katanya kepada Kontan, Kamis (2/3/26).
Baca Juga: Tokio Marine Indonesia Terapkan Strategi Ini Guna Tingkatkan Kinerja Premi pada 2026
Proyeksi tersebut antara lain didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko serta perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, penurunan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) juga berpotensi mendorong kembali sektor properti, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan asuransi properti.
Namun Irvan menyebut ada sejumlah tantangan seperti daya beli masyarakat dan risiko terkait perubahan iklim.
Untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah pelemahan penyaluran KPR dan KPA, Irvan menyarankan industri asuransi perlu mengedepankan strategi diversifikasi dan inovasi produk. Langkah ini penting agar sumber pendapatan premi tidak terlalu bergantung pada satu lini bisnis saja.
Dengan pendekatan tersebut, industri diharapkan tetap mampu menjaga pertumbuhan premi meski tekanan dari sektor pembiayaan properti masih berlangsung.
Baca Juga: Ini Penyebab Pembiayaan Emas Bank Syariah Tumbuh Pesat di Awal Tahun Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













