kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Premi Lini Asuransi Engineering Mencapai Rp 4,43 triliun per Agustus 2026


Kamis, 22 Oktober 2026 / 16:55 WIB
Premi Lini Asuransi Engineering Mencapai Rp 4,43 triliun per Agustus 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi dokumen asuransi (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lini asuransi engineering atau rekayasa mencatatkan kinerja positif per Agustus 2026.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pendapatan premi lini asuransi engineering di industri asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar Rp 4,43 triliun per Agustus 2026.

"Nilainya meningkat Rp 0,06 triliun atau 1,37%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkap Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Allo Bank (BBHI) Bidik NIM 10%–10,5% hingga Akhir 2026, Ini Strategi Jaga Profit

Ogi mengatakan nilai klaim lini asuransi engineering mencapai Rp 3,56 triliun per Agustus 2026. Nilainya meningkat Rp 1,86 triliun atau 109,41%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, OJK mencermati bahwa kinerja lini asuransi engineering sangat dipengaruhi oleh siklus dan realisasi proyek.

Ogi menerangkan efisiensi belanja pemerintah dan keterbatasan ruang fiskal daerah juga dapat memengaruhi proyek yang bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Perlambatan juga dapat disebabkan oleh faktor lain, seperti penundaan tender, perubahan nilai proyek, dan selesainya proyek-proyek besar," tuturnya.

Lebih lanjut, Ogi melihat peluang pertumbuhan lini asuransi engineering masih terbuka ke depannya, terutama dari investasi swasta, hilirisasi, sektor energi dan manufaktur, kawasan industri, pusat data, serta pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: DPLK Avrist Optimistis Rasio Aset Dana Pensiun Capai 11,2% terhadap PDB pada 2029

Namun, dia bilang peluang tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas underwriting, survei dan pemantauan risiko proyek, penetapan premi yang sesuai dengan profil risiko, serta dukungan reasuransi yang memadai. Dengan demikian, pertumbuhan industri dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×