kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Prioritaskan Penguatan Modal, Begini Penjelasan Direksi BSI Soal Pembagian Dividen


Jumat, 06 Februari 2026 / 18:25 WIB
Prioritaskan Penguatan Modal, Begini Penjelasan Direksi BSI Soal Pembagian Dividen
ILUSTRASI. Teller BSI Menghitung Uang (KONTAN/Baihaki). BSI belum proyeksikan dividen agresif. Bank ini prioritaskan modal untuk ekspansi bisnis, bukan bagi laba besar. Cek ampaknya pada investasi.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI belum memproyeksikan pembagian dividen secara agresif dalam waktu dekat.

Perseroan masih memprioritaskan penguatan modal untuk menopang pertumbuhan bisnis yang dinilai tengah berada dalam fase ekspansi.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, sebagai bank yang masih berada pada tahap growing stage, alokasi laba lebih difokuskan untuk memperkuat permodalan dibandingkan pembagian dividen besar.

Baca Juga: BSI Prioritas: Cara Gabung & Keuntungan Layanan Syariah Eksklusif

"Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis BSI yang pada 2025 mampu melampaui pertumbuhan industri dan diproyeksikan berlanjut pada 2026," ungkap Ade saat paparan kinerja perseroan, Jumat (6/2/2026).

Kebutuhan modal dinilai penting guna mendukung ekspansi pembiayaan yang agresif. Meski demikian, keputusan final terkait dividen tetap akan ditentukan oleh pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).

 

Selain dividen, isu peningkatan free float saham BSI juga menjadi perhatian. Saat ini porsi free float BSI masih sekitar 10%, sehingga relatif menjadi sorotan investor. 

Menanggapi hal ini, Ade menyatakan menyambut baik dorongan regulator untuk meningkatkan minimum free float menjadi 15% guna meningkatkan likuiditas saham di pasar.

Baca Juga: 5 Golongan Ini Bisa Dapat Pin Prioritas MRT Jakarta, Begini Cara Mengajukannya!

BSI menyebut akan terus berkoordinasi dengan pemegang saham dan regulator terkait rencana tersebut, termasuk dalam konteks penguatan struktur permodalan dan roadmap perseroan menuju bank syariah dengan skala lebih besar, termasuk peluang masuk kategori KBMI 4.

"Kami berharap kinerja yang solid dapat terus mendukung perkembangan industri keuangan syariah sekaligus memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.

Selanjutnya: OJK Optimistis Target Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 250 Triliun Tercapai pada 2026

Menarik Dibaca: Sambut Imlek, Genki Sushi Hadirkan 3 Menu dengan Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×