kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.820   -80,00   -0,45%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Proses integrasi merger selesai, BSI targetkan punya aset Rp 500 triliun pada 2025


Senin, 01 November 2021 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Pegawai melayani nasabah di Kantor Cabang Digital Bank Syariah Indonesia (BSI) Thamrin, Jakarta, Selasa (24/8/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

Hery menjelaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan disokong oleh pembiayaan konsumer yang mencapai Rp 77,89 triliun. Jumlah itu naik sekitar 21,43 % yoy dari sebesar Rp 64,14 triliun. Disusul gadai emas yang tumbuh 15,58% yoy dengan penyaluran mencapai Rp 4,42 triliun dari sebelumnya Rp 3,82 triliun. 

Realisasi pembiayaan komersial BSI sepanjang Januari hingga September 2021 mencapai Rp10,58 triliun, tumbuh sekitar 7,29% yoy dari sebelumnya sebesar Rp 9,86 triliun. Adapun untuk sektor mikro berhasil tumbuh sekitar 4,74%.  

BSI juga berkomitmen mendorong pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM sehingga komposisinya mencapai 22,93%  hingga September 2021, Padahal pada Desember 2020 masih sekitar 22,40%.

Berkat kinerja itu, aset BSI menjadi Rp251,05 triliun atau naik sekitar 10,15% yoy dari Rp 227,92 triliun.  Terkait digitalisasi, transaksi BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% yoy.

Adapun kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95% transaksi di BSI sudah menggunakan e-channel.

Selanjutnya: OJK: Potensi keuangan digital di Indonesia cukup besar dan perlu dioptimalkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×