Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kualitas aset industri perbankan nasional terus menunjukkan tren perbaikan sepanjang paruh pertama 2026. Hal ini tercermin dari rasio Loan at Risk (LaR) yang terus menurun seiring membaiknya kemampuan bayar debitur dan semakin berkurangnya porsi kredit restrukturisasi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan rasio LaR industri perbankan berada di level 8,72% pada Mei 2026, turun dibandingkan 8,82% pada April 2026. Secara tahunan, penurunannya juga cukup signifikan dari 9,93% pada Mei 2025.
Perbaikan kualitas aset tersebut juga tercermin dalam laporan keuangan sejumlah bank besar yang telah merilis kinerja semester I-2026.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), misalnya, berhasil menurunkan rasio LaR menjadi 18,6% pada semester I-2026 dari 20,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk secara konsolidasi mencatatkan rasio LaR sebesar 5,83% per Juni 2026, membaik dibandingkan 6,92% pada Juni 2025.
Penurunan kredit restrukturisasi dorong kualitas aset
Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai penurunan rasio LaR menjadi sinyal bahwa kualitas aset industri perbankan terus membaik.
Baca Juga: Hasil Investasi Asuransi Syariah Tergerus, Ini Penyebabnya
Menurutnya, tren tersebut didorong oleh semakin kecilnya porsi kredit restrukturisasi serta kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran yang masih terjaga.
"Penurunan LaR pada semester I menunjukkan kualitas aset perbankan terus membaik, didorong oleh menurunnya kredit restrukturisasi dan kemampuan bayar debitur yang masih terjaga," ujar Trioksa kepada Kontan, Senin (27/7/2026).
Ia memperkirakan tren penurunan LaR masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun. Meski demikian, laju perbaikannya diperkirakan tidak secepat sebelumnya karena tingginya suku bunga masih berpotensi menahan permintaan kredit.
Trioksa juga mengingatkan sejumlah segmen yang perlu menjadi perhatian perbankan, antara lain sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kredit konsumsi tanpa agunan, serta sektor-sektor yang sensitif terhadap pelemahan daya beli seperti perdagangan, properti, dan industri padat karya.
"Hingga akhir tahun saya memperkirakan LaR masih cenderung turun tipis atau stabil di kisaran 8,5%-9,0%, dengan syarat kondisi ekonomi tetap terjaga," katanya.
Agar tren positif tersebut terus berlanjut, menurut Trioksa, bank perlu memperkuat early warning system, meningkatkan kualitas underwriting, menerapkan restrukturisasi secara lebih selektif, menjaga kecukupan pencadangan, serta memperketat pemantauan portofolio pada sektor-sektor dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.
BTN optimistis LaR turun di bawah 17%
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, penurunan rasio LaR pada semester I-2026 merupakan hasil dari transformasi manajemen risiko yang dijalankan perseroan.
Perbaikan kualitas aset didorong oleh peningkatan kualitas origination kredit baru melalui loan factory, percepatan penyelesaian kredit bermasalah, serta membaiknya performa debitur hasil restrukturisasi.
"Penurunan Loan at Risk pada Semester I 2026 mencerminkan semakin membaiknya kualitas aset BTN seiring efektivitas transformasi manajemen risiko dan penguatan proses kredit," ujarnya.
BTN optimistis kualitas aset masih akan terus membaik hingga akhir tahun, meski tetap mencermati perkembangan suku bunga dan kondisi ekonomi.
Baca Juga: OJK Beri Izin Usaha PT MSIG Sharia Life Insurance Indonesia
Untuk menjaga tren tersebut, perseroan akan memperkuat underwriting berbasis risiko, meningkatkan early warning system, memperketat pemantauan portofolio, serta mempercepat restrukturisasi dan pemulihan kredit bermasalah.
Setiyo mengungkapkan perhatian BTN saat ini masih tertuju pada debitur di sektor-sektor yang rentan terhadap perlambatan ekonomi, khususnya segmen komersial, konstruksi tertentu, dan debitur konsumsi yang mengalami penurunan pendapatan.
Meski demikian, menurutnya kualitas portofolio BTN hingga saat ini masih berada dalam batas risk appetite perseroan.
BTN pun menargetkan rasio LaR dapat terus membaik hingga berada di bawah 17% pada akhir 2026.
Bank Mandiri jaga ekspansi kredit tetap sehat
Di sisi lain, PT Bank Mandiri Tbk juga berhasil memperbaiki kualitas aset di tengah pertumbuhan kredit yang masih solid.
Selain menurunkan rasio LaR menjadi 5,83%, Bank Mandiri juga mencatatkan rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) bank only turun menjadi 0,98%, atau membaik 10 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada saat yang sama, cost of credit (CoC) turun menjadi 0,52% per Juni 2026. Sementara itu, NPL coverage ratio mencapai 242%, mencerminkan tingkat pencadangan yang kuat untuk mengantisipasi potensi risiko kredit.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menegaskan bahwa ekspansi kredit perseroan tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Danis.
Baca Juga: Pergantian Gubernur BI Bayangi Suku Bunga, Begini Prospeknya
Ia menambahkan, kualitas aset yang tetap terjaga memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk terus mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah tanpa mengorbankan profil risiko.
CIMB Niaga catat LaR terus menurun
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan juga menyampaikan bahwa kualitas aset perseroan masih berada pada level yang sangat baik.
Hingga semester I-2026, rasio LaR CIMB Niaga tercatat sekitar 6,4% apabila memasukkan sisa kredit restrukturisasi pandemi Covid-19. Sementara itu, jika portofolio restrukturisasi tersebut dikeluarkan, rasio LaR berada di kisaran 5,2%.
"Saat ini overall asset quality kami dari semua segmen sangat baik. Posisi LaR sekitar 6,4% jika termasuk sisa Covid, sedangkan di luar itu sekitar 5,2%. Secara year on year juga terus menurun," ujar Lani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














