Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan likuiditas cepat juga melanda kelas premiun. Maka, memenuhi kebutuhan nasabah premium, industri pergadaian barang mewah di Indonesia bertransformasi menuju standar yang lebih profesional dan berorientasi pada keamanan.
Tren ini sejalan dengan bertambahnya populasi high net worth individuals (HNWI). Mereka menuntut layanan keuangan yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman, transparan, dan menjaga kerahasiaan.
Untuk mencapai tujuan itu, salah satu pemain di bisnis pergadaian barang mewah, PT Lesca Gadai Premier meraih dua sertifikasi internasional sekaligus. Keduanya yaitu ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu dan ISO 27001 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Pencapaian ini menandai upaya perusahaan dalam meningkatkan standar operasional sekaligus menjawab tuntutan pasar yang semakin kompleks.
Sertifikasi ISO 9001 memastikan seluruh proses bisnis, mulai dari penerimaan nasabah, penilaian aset, hingga penyimpanan, berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan konsisten. Dalam industri barang mewah, akurasi penilaian menjadi faktor krusial karena kesalahan kecil dapat berdampak pada nilai aset maupun reputasi perusahaan.
Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, menegaskan, penerapan standar mutu ini bertujuan menciptakan transparansi dan keadilan dalam setiap transaksi.
Baca Juga: Gadai ValueMax Catat Pertumbuhan Pendapatan Gadai Kendaraan 80% pada Maret 2026
“Kami ingin menghapus stigma 'tawar-menawar' yang subjektif dalam dunia gadai. Melalui sertifikasi mutu ini, setiap barang yang masuk ke Lesca Gadai Premier dinilai menggunakan metodologi ilmiah dan data pasar real-time,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).
Lesca Gadai Premiermemanfaatkan teknologi terkini serta tenaga ahli bersertifikasi internasional untuk memastikan hasil penilaian yang kompetitif dan akurat. Proses tersebut mencakup verifikasi nomor seri dengan database global, pemeriksaan fisik menggunakan perangkat digital, hingga validasi dokumen pendukung.
Selain itu, ISO 27001 menempatkan Lesca Gadai Premier pada standar keamanan siber setara lembaga keuangan global. Termasuk penerapan enkripsi data, kontrol akses, serta manajemen risiko informasi yang diaudit secara berkala.
“Di era digital di mana kebocoran data menjadi ancaman nyata, ISO 27001 adalah janji kami kepada nasabah bahwa privasi mereka adalah prioritas absolut,” kata Bastian. Mayoritas nasabah perusahaan ini berasal dari kalangan pengusaha, kolektor, hingga tokoh publik yang sangat memperhatikan kerahasiaan transaksi.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat sistem penyimpanan aset fisik melalui fasilitas brankas khusus dengan pengaturan suhu dan kelembapan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas barang mewah seperti tas kulit dan jam tangan mekanik selama masa penitipan.
“Kami menyadari bahwa bagi kolektor, barang-barang ini adalah investasi. Maka dari itu, kami berkomitmen untuk menjaga kondisi barang tetap prima,” tambahnya.
Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah menilai, langkah Lesca Gadai itu sebagai bagian dari tren global. "Adopsi ISO 9001 dan 27001 menunjukkan, industri gadai barang mewah di Indonesia sudah naik kelas. Fenomena ini menandakan adanya konvergensi antara layanan gadai dengan wealth management,” ujarnya.
Menurutnya, bagi nasabah kelas atas, gadai bukan lagi sekadar solusi darurat. “Menggadaikan barang mewah bukan lagi tanda kesulitan keuangan, melainkan langkah optimasi portofolio. Sertifikasi ini meningkatkan kepercayaan sekaligus mendorong standar industri menjadi lebih tinggi,” tambahnya.
Ke depan, Lesca Gadai Premier menargetkan pertumbuhan volume transaksi sebesar 25%–30% pada tahun 2026. Target itu juga seiring rencana ekspansi layanan ke sejumlah kota besar. Perusahaan juga tengah menyiapkan layanan premium yang memungkinkan transaksi langsung dari lokasi nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












