kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Rasio kredit macet BTN naik di akhir 2012


Rabu, 27 Februari 2013 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Waspada! Ini 6 Penyebab Kenapa Kucing Sampai Muntah Darah


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rasio kredit macet atau Non Performing Loan PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) tercatat naik. Pada 2011, NPL net BTN tercatat 2,23%. Namun kemudian angka ini naik menjadi 3,12% pada akhir 2012. "Naik memang," aku Direktur Utama BTN Maryono pada pelaporan kinerja, di Menara BTN, Rabu, (27/2).

Menurutnya, kenaikan rasio kredit macet ini terjadi akibat kredit perumahan bersubsidi dan komersial non-housing. "Dua hal ini yang kita alami," ujar Maryono.

Pada kredit perumahan bersubsidi, banyak debitur yang hanya membayar bunga di 2-3 tahun awal peminjaman. Namun ketika mendekati jatuh tempo, mereka berat untuk membayar pokok pinjaman dan bunga.

Direktur Keuangan BTN Saut Pardede menyebut, kredit komersial non-housing menyumbang 6% atas kenaikan NPL tersebut.

Tahun kemarin, kredit dan pembiayaan BTN bertumbuh 28,1%. Pada 2011, kredit dan pembiayaan yang disalurkan yaitu Rp 63,6 triliun. Kemudian hingga akhir 2012, jumlah tersebut menjadi jadi Rp 81,4 triliun.

Kredit Perumahan Rakyat (KPR) mencatat kenaikan 20,1% dari Rp 45,5 triliun jadi Rp 54,7 triliun. Kemudian kredit non KPR tumbuh 48% dari Rp 18 triliun jadi Rp 26,7 triliun.

Tahun ini, BTN menargetkan kreditnya naik 26-31%. "Kisaran itu," sebut Maryono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×