kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Rasio pembiayaan bermasalah di bank syariah tinggi


Rabu, 10 Januari 2018 / 11:17 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-perfoming financing (NPF) bank syariah masih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Oktober 2017, NPF bank syariah masih 4,91%, mendekati batas kesehatan 5%.

Aslan Lubis, Analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK mengaku NPF bank syariah memang masih tinggi.

Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis BNI Syariah bilang, mayoritas pembiayaan bermasalahnya disumbang oleh perdagangan, pengolahan, jasa dunia usaha dan pertambangan.

"Kami melakukan monitoring intensif, penagihan dan restrukturisasi awal," kata Dhias kepada kontan.co.id, Senin (8/1).

Sedangkan BCA Syariah, sampai Desember 2017 lalu mencatat rasio NPF gross 0,3%.

"Kami mengutamakan kualitas sebagai strategi," kata John Simon, Presiden Direktur BCA Syariah kepada kontan.co.id, Senin (8/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×