kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rasio pembiayaan bermasalah di bank syariah tinggi


Rabu, 10 Januari 2018 / 11:17 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-perfoming financing (NPF) bank syariah masih tinggi. Hal ini bisa dilihat dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Oktober 2017, NPF bank syariah masih 4,91%, mendekati batas kesehatan 5%.

Aslan Lubis, Analis Eksekutif Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK mengaku NPF bank syariah memang masih tinggi.

Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis BNI Syariah bilang, mayoritas pembiayaan bermasalahnya disumbang oleh perdagangan, pengolahan, jasa dunia usaha dan pertambangan.

"Kami melakukan monitoring intensif, penagihan dan restrukturisasi awal," kata Dhias kepada kontan.co.id, Senin (8/1).

Sedangkan BCA Syariah, sampai Desember 2017 lalu mencatat rasio NPF gross 0,3%.

"Kami mengutamakan kualitas sebagai strategi," kata John Simon, Presiden Direktur BCA Syariah kepada kontan.co.id, Senin (8/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×