kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.763   22,00   0,12%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Rata-Rata Kupon Obligasi Multifinance Meningkat per Juli 2026


Kamis, 27 Agustus 2026 / 07:26 WIB
Diperbarui Kamis, 27 Agustus 2026 / 07:27 WIB
Rata-Rata Kupon Obligasi Multifinance Meningkat per Juli 2026
ILUSTRASI. Data Pefindo: rata-rata kupon tenor 1 tahun penerbitan multifinance peringkat AAA naik dari 4,78% di Februari 2026, jadi 7,32% pada Juli 2026 (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengungkapkan, rata-rata kupon obligasi multifinance menunjukkan peningkatan.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan, berdasarkan data penerbitan multifinance berperingkat AAA, rata-rata kupon tenor satu tahun meningkat dari 4,78% pada Februari 2026, menjadi 5,10% pada April 2026, kemudian 7,32% pada Juli 2026. 

"Artinya, kupon meningkat sekitar 254 basis poin sejak Februari 2026, dengan sebagian besar kenaikan terjadi setelah April 2026," ungkapnya kepada Kontan, Selasa (25/8/2026).

Sementara, kupon untuk tenor 3 tahun, Ahmad mengatakan, kupon bergerak dari 5,75% pada Februari 2026, menjadi 5,95% pada April 2026, kemudian sebesar 7,47% pada Juli 2026. Dia bilang terjadi peningkatan sebesar 172 basis poin dibandingkan Februari 2026.

Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Rekening Aktivis Pati Botok Sudah Kembali Aktif

Meski demikian, Ahmad bilang, perlu dibedakan antara tren terkini dan rata-rata semester I secara tahunan. Dia mengatakan rata-rata kupon AAA semester I-2026 masih lebih rendah, jika dibandingkan semester I-2025 yang mana tenor satu tahun turun dari 6,50% menjadi 4,88%, sedangkan tenor tiga tahun turun dari 6,92% menjadi 5,69%. 

"Jadi, secara rata-rata per semester kupon masih lebih rendah secara tahunan, tetapi arah sejak kuartal II telah berbalik naik," tuturnya.

Lebih lanjut, Ahmad bilang, tren kupon ke depannya berpeluang naik atau setidaknya menjadi lebih sulit turun. Sebab, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkatkan required yield investor relatif terhadap instrumen pasar uang dan surat utang lainnya.

Selain BI Rate, dia mengatakan pergerakan kupon juga dipengaruhi yield Surat Berharga Negara (SBN), kondisi likuiditas, appetite investor, tenor, dan rating issuer. 

"Beberapa perusahaan, misalnya, juga melihat kecenderungan kupon meningkat setelah kenaikan suku bunga acuan," ucapnya.

Baca Juga: Stockbit Perkuat Fitur Analisis dan Trading

Oleh karena itu, Ahmad menyebut angka rata-rata kupon per Juli 2026 sebesar 7,32%–7,47% sebaiknya tidak dibaca sebagai pergeseran seluruh kurva multifinance ke level tersebut. Sebab, rata-rata kupon juga dipengaruhi komposisi issuer dan struktur penerbitan yang masuk pada bulan bersangkutan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×