kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Pefindo Sebut Rata-rata Kupon Penerbitan Obligasi pada Semester I-2026 Lebih Rendah


Selasa, 07 Juli 2026 / 15:16 WIB
Pefindo Sebut Rata-rata Kupon Penerbitan Obligasi pada Semester I-2026 Lebih Rendah
ILUSTRASI. JANGAN DIPAKAI - LOGO LAMA (KONTAN/Daniel Prabowo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyampaikan rata-rata kupon penerbitan obligasi pada Semester I-2026 lebih rendah, dibandingkan posisi pada Semester I-2025 untuk kelompok rating AA dan AAA pada tenor 1, 3, dan 5 tahun.

Untuk tenor 1 tahun, Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan kupon AA turun dari 6,66% menjadi 4,82% pada Semester I-2026, sedangkan AAA turun dari 6,50% menjadi 4,88% pada Semester I-2026. 

"Untuk tenor 3 tahun, kupon AA turun dari 7,26% menjadi 5,82% pada Semester I-2026, dan AAA turun dari 6,92% menjadi 5,69% pada Semester I-2026," ujarnya kepada Kontan, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Pefindo Beri Rating idAAA bagi Rencana Penerbitan Obligasi &Sukuk Bussan Auto Finance

Ahmad menyampaikan penurunan juga terlihat pada tenor 5 tahun. Dia bilang kupon AA turun dari 9,00% pada Semester I-2025 menjadi 6,05% pada Semester I-2026, sedangkan AAA turun dari 7,08% menjadi 5,95% pada Semester I-2026. 

Berdasarkan data Semester I-2026, Ahmad menerangkan tren kupon penerbitan belum menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Namun, dia bilang angka tersebut perlu dibaca hati-hati, karena rata-rata kupon dapat dipengaruhi komposisi issuer, rating, tenor, dan waktu penerbitan. 

Selain itu, Ahmad menyebut kenaikan suku bunga acuan atau yield benchmark baru terjadi pada kuartal II-2026, sehingga bisa saja kenaikan belum sepenuhnya terlihat jika dirata-ratakan selama satu semester.

Hal itu juga mengingat pada awal 2026, rata-rata kupon masih rendah. 

"Di sisi lain, pada Semester 1-2025, suku bunga acuan masih berada di kisaran yang lebih tinggi sebelum akhirnya menurun secara bertahap pada kuartal II-2025 dan berlanjut hingga kuartal III-2025," katanya.

Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idA+ untuk Jamkrindo Syariah, Prospek Stabil

Ke depannya, Ahmad mengatakan arah kupon berpotensi naik atau setidaknya lebih kaku untuk turun. Dia menjelaskan kenaikan BI Rate ke 5,75%, meningkatkan acuan imbal hasil di pasar uang dan surat utang.

Alhasil, investor akan membandingkan kupon obligasi korporasi dengan alternatif instrumen yang lebih pendek dan lebih likuid. 

"Jika selisih imbal hasil tidak cukup menarik, issuer perlu menawarkan kupon lebih tinggi agar penerbitannya terserap," ucapnya.

Dengan demikian, Ahmad menyimpulkan perlu dibedakan antara data historis dan prospek. Dia menyebut data Semester I-2026 menunjukkan rata-rata kupon lebih rendah, dibandingkan posisi Semester I-2025, terutama untuk issuer berperingkat AA dan AAA. 

Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idAA+ untuk BCA Insurance, Prospek Stabil

Namun, Ahmad menyebut peluang kupon dapat meningkat pada Semester II-2026 menjadi lebih besar karena BI Rate sudah naik, kebutuhan refinancing multifinance masih tinggi, serta investor kemungkinan lebih selektif terhadap tenor dan kualitas kredit. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×