Reporter: Ruisa Khoiriyah |
JIMBARAN. Masih lambatnya penyaluran kredit bank hingga menjelang tutup tahun 2010 ini ternyata disebabkan oleh melesetnya beberapa target rencana bisnis bank (RBB) beberapa bank. Laju penyaluran kredit tahun ini ternyata juga lebih banyak dipimpin oleh kinerja bank-bank swasta ketimbang bank-bank milik pemerintah. Walhasil, BI pun hanya berani memperkirakan realisasi pertumbuhan kredit bisa menyentuh batas bawah target saja yakni di angka sekitar 22%.
"Ada RBB yang tidak bisa dicapai, karena kelihatannya kontribusi penyaluran kredit ini lebih banyak diberikan oleh bank-bank swasta, baru diikuti oleh kelompok bank pemerintah," ujar Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad di sela acara South East Asian Central Banks (SEACEN) Meetings di Jimbaran, Bali, Kamis (9/12).
Muliaman menjelaskan, laporan terakhir kinerja perbankan menunjukkan, laju kredit sampai pekan kemarin sudah menembus angka pertumbuhan tahunan 22,1%. Namun, bila menilik angka year to date alias dari Januari sampai pekan lalu, pertumbuhan kredit baru di kisaran 18% hingga 19% saja.
"Angka year to date kredit masih jauh yakni masih sekitar 18%-19%, namun kami masih optimis karena bulan Desember secara historis penyaluran kredit biasanya tinggi. Kalaupun target tahun ini tercapai, tidak akan banyak bergeser dari batas bawah target 22%," ujarnya. Penyebab masih belum terpenuhinya ekspektasi penyaluran kredit ini tak lain karena melesetnya beberapa RBB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News