kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

RBC minus 571,17%, Asabri butuh sokongan dana Rp 7,26 triliun


Kamis, 30 Januari 2020 / 07:00 WIB


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Yudho Winarto

Asabri juga mengakui gaya investasi perseroan yang terlalu agresif untuk mengejar kinerja investasi maksimal.

Kadiv Kepatuhan, Hukum dan Manajemen Risiko Asabri Bisler Simbolon mengatakan, jika merujuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) seharusnya Asabri melakukan investasi secara konservatif.

“Tadinya Asabri agresif, mungkin karena Direktur Investasi yang lama beranggapan untuk mengejar angka cadangan Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan (LMPMD). Jadi cukup agresif waktu itu,” tuturnya.

Jika tidak segera diperbaiki, tingkat RBC Asabri diperkirakan mencapai minus 643,49% pada tahun ini. Maka itu, perseroan telah menyiapkan empat langkah untuk memulihkan penurunan nilai aset saham.

Baca Juga: Aset Asabri anjlok Rp 16,8 triliun di tahun lalu gara-gara masalah investasi

Pertama, melakukan pemetaan aset yang bermasalah dan mengubah gaya investasi dari agresif menjadi konservatif.

Kedua meminta pertanggung jawaban kepada dua grup yakni Heru Hidayat dan Benny Tjokro untuk memberikan pernyataan kesanggupan memenuhi kewajiban kepada Asabri.

Selanjutnya, kedua orang tersebut harus memenuhi total kewajiban sebesar Rp 10,9 triliun. Terakhir, meminta pertanggung jawaban atas kinerja manajer investasi (MI) yang performanya buruk (underperform).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×