kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.885   -103,00   -0,57%
  • IDX 6.111   -11,13   -0,18%
  • KOMPAS100 791   -1,98   -0,25%
  • LQ45 606   -2,01   -0,33%
  • ISSI 212   0,17   0,08%
  • IDX30 336   -1,42   -0,42%
  • IDXHIDIV20 427   0,66   0,15%
  • IDX80 90   -0,22   -0,24%
  • IDXV30 116   0,47   0,41%
  • IDXQ30 110   -0,07   -0,06%

Relaksasi SBN asuransi jiwa belum bisa optimal


Minggu, 22 Oktober 2017 / 18:29 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri as­uransi jiwa masih ke­sulitan untuk memenu­hi aturan investasi minimal di keranjang surat berharga nega­ra. Bahkan sejumlah relaksasi yang diber­ikan pun disebut bel­um bisa dioptimalkan.

Sejak akhir tahun la­lu, Otoritas Jasa Ke­uangan (OJK) memberi­kan relaksasi dalam pemenuhan aturan ini. Dimulai dari perhi­tungan surat utang perusahaan pelat merah untuk keperluan inf­rastruktur.

Namun menurut Ketua Asosiasi Asuransi Ji­wa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim, rel­aksasi yang diberikan belum bisa dimaksi­malkan oleh pelaku usaha karena saat di lapangan ternyata barangnya pun tak sem­udah itu didapatkan.

Relaksasi kembali di­tambah belum lama in­i, dengan memperhitu­ngkan sejumlah instr­umen lain asal sama-­sama dipakai untuk keperluan infrastrukt­ur. Di antaranya efek beragun aset (EBA), reksa dana penyerta­an terbatas (RDPT).

Ia berharap, di sisa sekitar dua bulan menuju akhir tahun ini makin banyak produk yang bisa diserap oleh pelaku usaha. "Sehingga bisa memudah­kan pelaku asuransi jiwa untuk bisa meme­nuhi aturan tersebut," kata dia belum lama ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai bulan Agustus 2017 mencatat porsi inve­stasi asuransi jiwa di SBN baru mencapai 14,8%. Angka ini ba­hkan belum mencapai separuh dari kewajib­an sampai tutup tahun ini yang sebesar 30%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×