kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Respons LKM BKD Kabupaten Pekalongan Soal Alokasi Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih


Minggu, 22 Februari 2026 / 14:47 WIB
Respons LKM BKD Kabupaten Pekalongan Soal Alokasi Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih
ILUSTRASI. Tak Hanya di Desa, Koperasi Merah Putih Juga Hadir di Kota Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa resmi mematok pengalokasian anggaran Dana Desa 2026 sebesar 58,03% untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih. Kebijakan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 dan berlaku sejak diundangkan pada 12 Februari 2026.

Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) Kabupaten Pekalongan menilai adanya kebijakan Menteri Keuangan terkait alokasi anggaran Dana Desa 2026 untuk KDMP sebesar 60% tidak berpengaruh terhadap operasional bisnis.

"Kalau di daerah kami, kebijakan itu tidak ada pengaruhnya, karena sampai saat ini unit usaha KDMP belum beroperasional seutuhnya," ucap Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan Hary Budhi Murdiyanto kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: Ini Kata LKM BKD Ponorogo Soal Alokasi 58,03% Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih

Meski ada KDMP, Hary meyakini masyarakat masih akan menggunakan pembiayaan dari LKM, melihat pengalaman yang terdahulu. Dia bilang para pengelola KDMP di daerahnya tidak menjalankan usaha simpan pinjam karena program tersebut pasti akan ada kendala berkaitan kredit macet.

Secara keseluruhan Hary optimistis bisnis LKM akan tumbuh lebih baik pada 2026, meski sangat menantang. Dia menyampaikan pihaknya akan menargetkan pertumbuhan pembiayaan pada 2026 sebesar 10%. LKM BKD Kabupaten Pekalongan menyatakan akan menerapkan sejumlah strategi untuk mencapai target itu. 

Baca Juga: 58,03% Dana Desa Akan Dialokasikan untuk Kopdes Merah Putih, Ini Respons Industri LKM

"Strateginya kemungkinan masih sama pada 2025, yang mana LKM BKD Kabupaten Pekalongan belum terlalu mengeksplor usaha mikro secara masif. Hal itu disebabkan adanya keterbatasan permodalan," ujar Hary.

Terkait kinerja, Hary mengatakan LKM BKD Kabupaten Pekalongan sudah menyalurkan pembiayaan per akhir 2025 sebesar Rp 58,18 miliar, dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,34%.

Baca Juga: Menkop, Danantara, dan Menkeu Bahas Kelanjutan Program Koperasi Desa Merah Putih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×