kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Risiko kredit properti tinggi, ini strategi yang ditempuh bankir


Rabu, 11 Juli 2018 / 18:52 WIB
Risiko kredit properti tinggi, ini strategi yang ditempuh bankir
ILUSTRASI. Pembangunan Rusunami Sentra Timur Residence


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir sudah mengantisipasi risiko kredit properti. Hal ini seiring dengan rasio kredit bermasalah dari rumah susun dan ruko yang masih tinggi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) secara industri sampai April 2018 rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) kredit kepemilikan rumah (KPR) rumah susun tipe sampai 21 meter persegi (m²) sebesar 6,36%. Selain itu NPL kredit kepemilikan ruko atau rukan juga cukup tinggi sebesar 4,6%.

Sumber kontan.co.id menyebut, risiko kredit properti ini tidak hanya dilihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL saja. Tapi memang kondisi secondary market untuk bisnis properti khususnya ruko saat ini juga cukup seret.

"Ibaratnya, ingin melakukan penjualan ruko yang sudah ada saja sulit karena pasarnya sedang lesu," kata sumber ini.

Lesunya kredit ruko dan rumah susun ini juga bisa dilihat dari indikator kredit berisiko atau loan at risk dan tingginya jumlah kredit yang direstrukturisasi.

Sayang sumber kontan.co.id belum merinci data terkait ini. Jika pada semester II-2018 kredit properti segmen ini belum tumbuh kencang, maka NPL kedua sektor bisnis properti ini diproyeksi masih akan berlanjut.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA bilang sebelum memberikan kredit properti, bank melakukan analisa cukup dalam.

"Secara umum (di kami) tidak terlalu besar risikonya," kata Jahja kepada kontan.co.id, Rabu (11/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×