kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Risiko tinggi, BCA ogah salurkan kredit valas


Kamis, 09 Agustus 2012 / 10:08 WIB
Risiko tinggi, BCA ogah salurkan kredit valas
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Rabu (7/7/2021).


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengaku waspada akan adanya potensi penurunan kinerja ekspor. Ia bilang, pihak perbankan harus teliti dalam mencermati neraca perdagangan yang tidak stabil.

"Itu yang mesti diwaspadai, karena trade balance belakangan ini makin negatif terus. Jangan sampai import naik tinggi, sementara ekspor malah turun terus. Itu bahaya buat ke depan," ungkap Jahja saat dijumpai di Jakarta, Rabu (8/8) malam.

Nah, dengan neraca perdagangan yang negatif tersebut bisa menggerus cadangan devisa negara. Sebaiknya, kenaikan kinerja ekspor akan berdampak pada naiknya ketersediaan dollar di dalam negeri.

"Dampak ke perbankan tidak secara langsung, tetapi dampaknya adalah foreign exchange, jadi agak susah untuk dikendalikan. Selama ini faktor dominan dalam inflasi ada dua, yaitu BBM (bahan bakar minyak) dan foreign exchange. Jadi kalau valasnya tidak terkendali, cost itu akan naik mendorong inflasi yang tinggi," jelasnya.

Untuk itu, Jahja melihat, pihak perbankan harus lebih berhati-hati dalam ekspansi pembiayaan kredit valas. Ia bilang, BCA saat ini tidak melakukan kredit valas lagi sejak akhir tahun lalu. "Kami sudah tidak menerima kredit valas lagi sejak akhir tahun lalu," ungkapnya.

Namun, menurutnya BCA pun menyediakan dana valas dalam bentuk likuid untuk menjaga ketersediaan. "Kami sediakan US$ 500 juta untuk valas yang likuid supaya tiap saat bisa kami gunakan jika ada butuh tiba-tiba," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×