kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

RoI Dana Pensiun Naik Jadi 2,12% per Agustus 2026, Ini Penyebabnya


Senin, 02 November 2026 / 17:04 WIB
RoI Dana Pensiun Naik Jadi 2,12% per Agustus 2026, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Return on Investment (RoI) industri dana pensiun mengalami kenaikan per Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, RoI dana pensiun sempat mengalami tekanan atau menurun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026.

Namun, RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. Angkanya kembali meningkat per Agustus 2026 menjadi 2,12%.

Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menyebut, kenaikan RoI industri dana pensiun per Agustus 2026 utamanya didorong pergerakan positif dan pemulihan di pasar modal domestik yang memberikan apresiasi nilai wajar pada portofolio berbasis saham dan reksadana. 

"Selain itu, penyesuaian yield pada instrumen pendapatan tetap, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Obligasi Korporasi, serta penerimaan kupon dan bunga yang konsisten turut memberikan kontribusi positif terhadap akumulasi hasil investasi industri," ungkap Wakil Ketua 3 ADPI Budi Sutrisno kepada Kontan, Senin (2/11/2026).

Baca Juga: ROE Asuransi Umum Turun ke 12,7%, Ini Strategi ASEI Menjaga Profitabilitas

Lebih lanjut, Budi mengatakan, tingginya volatilitas pasar modal yang belakangan ini terjadi memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dana pensiun untuk menjaga stabilitas RoI hingga akhir tahun.

Namun, dia bilang, keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75% memberikan kepastian suku bunga yang relatif stabil dan menciptakan lingkungan pasar keuangan yang kondusif. 

Bagi pengelola dana pensiun, kata Budi, tingkat suku bunga acuan saat ini memberikan momentum untuk melakukan penempatan dana baru pada instrumen pendapatan tetap guna mengunci imbal hasil yang menarik untuk jangka panjang.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perubahan RoI dana pensiun. 

"Faktornya, yakni dipengaruhi kondisi pasar dan strategi investasi masing-masing dana pensiun dalam mengelola portofolio," ucapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (21/10/2026).

Melihat data per Agustus 2026, Ogi optimistis masih terdapat ruang peningkatan RoI dana pensiun hingga akhir tahun . Dia juga sempat menyampaikan bahwa OJK terus mendorong dana pensiun untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik, serta melakukan diversifikasi investasi sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Biaya Dana Jadi Tantangan, Pefindo: Pendanaan Tenor Pendek Lebih Dilirik Multifinance

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×