Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar modal dalam negeri mengalami peningkatan volatilitas. Meski demikian, PT TASPEN (Persero) masih membuka peluang untuk meningkatkan alokasi investasi pada instrumen saham secara selektif dan terukur.
Corporate Secretary TASPEN Henra mengatakan dalam menambah penempatan ke instrumen saham, perusahaan juga mempertimbangkan dinamika pasar modal, valuasi, potensi return, fundamental emiten, serta keselarasan terhadap karakteristik liabilitas dan kewajiban (asset liability matching).
"Selain itu, volatilitas harga, serta fluktuasi kinerja saham dalam periode tertentu menjadi pertimbangan cermat dalam menentukan momentum atau market timing dan besaran eksekusi investasi," ungkapnya kepada Kontan, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Setelah Merugi, Radana Bhaskara Finance (HDFA) Cetak Laba di Kuartal III-2026
Lebih lanjut, Henra menyampaikan penempatan investasi saham saat ini dilakukan dengan mengoptimalkan alokasi pada saham-saham bernilai intrinsik tinggi (undervalued) dengan fundamental yang solid, likuiditas tinggi, dan prospek pertumbuhan positif.
Dia menyebut pendekatan itu dikombinasikan dengan diversifikasi selektif pada sektor yang adaptif terhadap dinamika dan sentimen makro ekonomi.
Saat ini, Henra mengatakan TASPEN menjaga porsi alokasi investasi saham dan reksadana di kisaran 10% dengan memperhatikan batasan atau kriteria investasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) atau pedoman internal TASPEN.
Terkait kinerja pada 2025, TASPEN mencatatkan perolehan laba sebesar Rp 1,04 triliun pada 2025. Capaian laba tersebut tercatat melampaui target yang dicanangkan menjadi sebesar 123,84%. Perolehan laba perusahaan salah satunya ditopang hasil investasi yang mencapai Rp 9,87 triliun pada 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














