kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Rupiah Alami Tekanan, KB Bank Selektif Salurkan Kredit Valas


Minggu, 19 April 2026 / 13:02 WIB
Rupiah Alami Tekanan, KB Bank Selektif Salurkan Kredit Valas
ILUSTRASI. KB Bank optimalkan pendanaan alternatif dan seleksi ketat debitur valas sat rupiah melemah


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus ke level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memberi tekanan terhadap ketahanan industri perbankan. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mengakui kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kredit, khususnya di segmen korporasi.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku bagi pelaku usaha. Hal ini berisiko menekan profitabilitas dan kemampuan bayar debitur, terutama di tengah pelemahan daya beli.

“Segmen korporasi berpotensi menghadapi peningkatan risiko, seiring kenaikan biaya impor yang dapat berdampak pada kemampuan bayar debitur,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (17/4/2026).

Kondisi tersebut juga berpotensi mendorong kenaikan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL), serta memberi tekanan terhadap permodalan dan eksposur kredit valuta asing (valas).

Baca Juga: Sebanyak 71% Portofolio KPR KB Bank Diisi Porsi Produk Take Over

Meski demikian, Kunardy memastikan posisi permodalan KB Bank masih berada pada level yang memadai. Hingga saat ini, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perseroan tercatat sebesar 16,06%.

“Permodalan kami masih solid untuk menyerap potensi kerugian kredit yang mungkin timbul,” jelasnya.

Dari sisi likuiditas, KB Bank tetap menjaga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) valas, meskipun trennya relatif melambat. Fokus penghimpunan dana valas diarahkan pada nasabah korporasi serta penguatan layanan treasury management.

Namun demikian, meningkatnya kebutuhan likuiditas valas di tengah keterbatasan simpanan valas membuat ruang ekspansi kredit valas menjadi lebih terbatas.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, KB Bank mengoptimalkan berbagai sumber pendanaan alternatif, termasuk melalui pasar antarbank. Selain itu, bank juga aktif memanfaatkan pinjaman valas dari bank lain serta mempertimbangkan penerbitan instrumen valas seperti obligasi.

Dalam penyaluran kredit valas, KB Bank menerapkan prinsip selektivitas yang lebih ketat. Pembiayaan difokuskan kepada debitur dengan profil risiko kuat serta prospek bisnis yang jelas.

Baca Juga: MSIG Life dan KB Bank Berkolaborasi Hadirkan Smart Critical Assurance

“Pelemahan rupiah meningkatkan kebutuhan valas sekaligus risiko mismatch likuiditas, sehingga kami memperketat seleksi debitur,” imbuhnya.

Ke depan, strategi KB Bank akan difokuskan pada penguatan sumber pendanaan alternatif, optimalisasi pengelolaan treasury, serta menjaga kehati-hatian dalam ekspansi kredit valas.

Untuk kebutuhan jangka menengah hingga panjang, bank cenderung mengandalkan pinjaman antarbank maupun penerbitan instrumen valas karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya serta memiliki risiko agunan yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×