Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) masih melihat peluang pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir tahun ini di tengah volatilitas nilai tukar rupiah.
Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, pelemahan rupiah dapat berdampak pada industri pembiayaan kendaraan melalui penyesuaian harga kendaraan, terutama yang memiliki kandungan impor tinggi.
“Pelemahan nilai tukar Rupiah berpotensi memengaruhi industri pembiayaan kendaraan melalui penyesuaian harga kendaraan, khususnya yang memiliki kandungan impor tinggi, sehingga dapat berdampak pada daya beli dan permintaan pembiayaan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).
Namun, Ramadhani menyebut permintaan pembiayaan kendaraan masih cukup resilien. Karena itu, perusahaan terus melakukan langkah antisipatif melalui penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan kualitas portofolio, serta penyesuaian strategi bisnis agar tetap adaptif terhadap dinamika pasar dan kondisi ekonomi.
Baca Juga: MSIG Indonesia Waspadai Sejumlah Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Investasi Tahun Ini
Dari sisi kualitas pembiayaan, BRI Finance mencatat kinerja yang masih terjaga. Hingga April 2026, rasio non-performing financing (NPF) perusahaan berada di level 2,40%, masih dalam batas yang ditetapkan regulator.
Pada periode yang sama, tren penyaluran pembiayaan perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Kontribusi pembiayaan mobil baru terhadap total portofolio mencapai 34,75%, sedangkan pembiayaan mobil bekas sebesar 8,82%.
Ramadhani menilai prospek pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir tahun masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik, didukung kebutuhan mobilitas masyarakat dan permintaan kendaraan yang tetap terjaga, khususnya pada segmen tertentu.
Baca Juga: Ini 10 Produk Unitlink Saham Berbasis Dolar AS dengan Return Tertinggi per April 2026
“Hingga akhir tahun, prospek pembiayaan kendaraan bermotor masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik seiring dengan kebutuhan mobilitas masyarakat dan tetap terjaganya permintaan kendaraan, khususnya pada segmen tertentu,” katanya.
Dalam menghadapi volatilitas rupiah, BRI Finance terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas portofolio pembiayaan, serta menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif sesuai kondisi pasar dan kemampuan konsumen.
Selain itu, perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan dealer dan mitra strategis untuk menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif dan sesuai kebutuhan pasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













