CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Rupiah Tertekan, BCA Pastikan Risiko Kredit Masih Terkendali


Jumat, 24 April 2026 / 17:13 WIB
Rupiah Tertekan, BCA Pastikan Risiko Kredit Masih Terkendali
ILUSTRASI. Pelemahan rupiah hingga Rp17.300 tak membuat kualitas kredit BCA goyah.


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah belum memberikan tekanan signifikan terhadap kualitas kredit perusahaan. 

Bank swasta terbesar ini menilai eksposur kredit dalam valuta asing (valas) masih relatif kecil dan terkelola dengan baik.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih mengungkapkan, di tengah pelemahan rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp 17.300 per dolar AS, BCA terus memantau kondisi debitur, khususnya pada sektor-sektor yang terdampak dinamika global.

Baca Juga: Budi Gadai Indonesia Sebut Porsi Barang Gadai yang Tak Ditebus Nasabah Relatif Kecil

Menurutnya, sejumlah sektor seperti industri berbasis material impor mulai merasakan tekanan akibat kenaikan biaya. Namun sejauh ini, kondisi nasabah masih cukup terjaga.

“BCA terus berkoordinasi dengan nasabah untuk melihat kondisi usaha mereka serta langkah mitigasi yang dilakukan. Sejauh ini masih berjalan dengan baik,” ujarnya saat paparan kinerja perseroan, Kamis (23/4/2026).

Dari sisi eksposur, porsi kredit valas BCA tercatat hanya sekitar 4,9% dari total portofolio kredit. Dengan komposisi tersebut, risiko akibat pelemahan rupiah dinilai masih terbatas.

Ia menambahkan, dampak pelemahan rupiah juga tidak sepenuhnya negatif. Bagi debitur yang berorientasi ekspor, kondisi ini justru memberikan keuntungan karena meningkatkan daya saing dan pendapatan dalam rupiah.

“Kalau eksportir, pelemahan rupiah justru bisa menjadi positif,” jelasnya.

Ke depan, BCA menegaskan akan terus memperkuat monitoring portofolio kredit serta menjaga komunikasi intensif dengan nasabah guna mengantisipasi potensi risiko dari volatilitas global, termasuk gejolak geopolitik dan fluktuasi nilai tukar.

 

Pada kuartal I-2026, rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) BCA terjaga, masing-masing 5,1% dan 1,8%. Sementara, rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×