kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Saham Big Banks Mulai Menguat Pasca Tekanan MSCI, BBCA Terangkat Rencana Buyback


Kamis, 29 Januari 2026 / 16:42 WIB
Saham Big Banks Mulai Menguat Pasca Tekanan MSCI, BBCA Terangkat Rencana Buyback
ILUSTRASI. Pelaku Pasar Modal Menunggu Rilis Kinerja Perbankan Dalam Negeri (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham perbankan nampak berangsur-berangsur naik pasca tertekan sentimen pembekuan evaluasi indeks saham Indonesia oleh MSCI. 

Pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), saham perbankan berhasil memasuki zona hijau. Dari jajaran big banks, cuman saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang masih loyo, dengan koreksi harian 0,45% ke level Rp 4.420. 

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak penguatan tertinggi sebesar 5,29% menjadi Rp 3.780. Menyusul, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,54% ke level Rp 4.630 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,49% menjadi Rp 7.200. 

Baca Juga: OJK: 79,86% Perusahaan Asuransi Sudah Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum 2026

Menurut Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi, penguatan saham BBCA utamanya terdorong sentimen buyback. Untuk diketahui, BCA baru saja mengumumkan rencana buyback yang bakal berlangsung selama 12 bulan sejak disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Nah, RUPST terkait rencana buyback ini bakal digelar pada 12 Maret 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali nantinya tak bakal melebihi 10% dari modal disetor perseroan. 

Namun untuk jangka pendek ke depannya, Wafi bilang saham perbankan masih berisiko mengalami koreksi. “Volatilitas masih akan tinggi, paling tidak sampai ada kepastian terkait isu MSCI ini,” jelas Wafi kepada Kontan, Kamis (29/1/2026). 

Meski begitu, tetap saja saham big banks jadi pilihan. Untuk jangka pendek, Wafi bilang investor bisa rotasi ke saham big banks yang valuasinya masih wajar. Di luar itu, bisa juga masuk ke sektor konsumer yang defensif dan saham emas yang harga komoditasnya sedang naik. “Menyesuaikan perkembangan situasi saat ini kalau ingin mulai kembali cari alpha,” sebut Wafi. 

Saham pilihan Wafi jatuh pada BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, masing-masing dengan target harga Rp 8.900, Rp 5.200, Rp 5.600, dan Rp 5.000. 

Selanjutnya: Nokia Rombak Pimpinan, AI Jadi Penopang Kinerja Kuartal IV-2025

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, 3 Ganda Putri Indonesia Tembus Babak 8 Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×