kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Saham BRIS Melesat 5% pada Perdagangan Kamis (25/6), Ini Kata Analis


Kamis, 25 Juni 2026 / 18:29 WIB
Saham BRIS Melesat 5% pada Perdagangan Kamis (25/6), Ini Kata Analis
ILUSTRASI. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) (Dok/PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) )


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) menjadi salah satu saham bank yang naik pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2026) dengan kenaikan 5%  ke level Rp 1.785 per saham.

Jika dilihat, pada pembukaan perdagangan, sahamnya sempat dibuka di level Rp 1.700 per saham. Namun secara year to date (ytd)  sahamnya memang masih susut 19,96%.

Penguatan saham BRIS ditopang oleh kinerja fundamental yang masih solid. Hingga Mei 2026, pertumbuhan pembiayaan perseroan tetap kuat, terutama pada segmen konsumer, dengan kualitas aset yang terjaga.

Baca Juga: Pembiayaan Produktif BSI Meningkat 13,67% Jadi Rp 25,69 Triliun pada April 2026

Investor Relation BSI Rizky Budinanda mengatakan rasio biaya kredit (cost of credit/CoC) BRIS berada di level 0,66%, sementara rasio kredit bermasalah (non-performing financing/NPF) atau NPL terjaga di kisaran 1,8%.

"Dari sisi pendanaan, likuiditas BRIS masih cukup longgar dengan rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (FDR/LDR) di bawah 90%. Selain itu, struktur dana murah berbasis syariah juga membuat biaya dana (cost of fund) BRIS menjadi salah satu yang terendah di industri perbankan nasional," ujar Rizky  dalam siaran pers, Kamis (25/6).

Ia menambahkan, minat investor terhadap saham BRIS juga mulai meningkat. Hal ini tercermin dari kembali masuknya dana asing ke saham emiten bank syariah terbesar di Indonesia tersebut.

 

Menurut Rizky, akumulasi investor asing menunjukkan pengakuan pasar terhadap daya tarik valuasi BRIS serta prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.

"Investor asing mulai kembali mengakumulasi saham BRIS. Ini menjadi sinyal positif bahwa pasar melihat fundamental BRIS tetap kuat dan memiliki potensi pertumbuhan yang menarik dalam jangka panjang," katanya.

Rizky menilai, posisi BRIS sebagai bank syariah terbesar di Indonesia memberikan ruang pertumbuhan yang masih besar seiring meningkatnya penetrasi keuangan syariah nasional.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Catat Rasio ROA di Level 2,42% pada April 2026

Ia menjelaskan, pangsa pasar perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional terus meningkat dan BRIS menjadi salah satu motor utama pertumbuhan tersebut, baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun jumlah nasabah.

"Dengan jaringan yang luas dan ekosistem digital yang terus berkembang, BRIS mampu menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan serta nasabah yang mencari alternatif layanan keuangan berbasis syariah," ujarnya.

Menurut Rizky, prospek BRIS juga mendapat dukungan dari arah kebijakan pemerintah. Program Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional.

Dalam kerangka tersebut, BRIS diharapkan berperan lebih besar dalam menyalurkan pembiayaan produktif sekaligus memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat di daerah.

Baca Juga: BSI Optimistis Aturan Baru DHE SDA Dorong Pertumbuhan Valas

"Sinergi antara fundamental perusahaan yang kuat dan dukungan kebijakan pemerintah menjadikan BRIS sebagai salah satu kisah pertumbuhan yang menarik di sektor keuangan Indonesia," tutup Rizky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×