Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat rasio profitabilitas alias return on assets (ROA) terus tumbuh positif tahun 2026 ini.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menyampaikan, hingga April 2026, rasio ROA banknya berada di level 2,42%. Angka tersebut terhitung meningkat dibandingkan posisi pada April 2025 sebesar 2,30%.
Wisnu mengatakan, peningkatan ROA BSI didukung kinerja yang semakin positif serta optimalisasi aset yang semakin digencarkan.
Baca Juga: Setelah Jadi BUMN, Bank Syariah Indonesia (BSI) Mulai Siapkan Langkah Jadi KBMI 4
Ia kemudian bilang, BSI punya sejumlah strategi untuk terus mendorong tingkat ROA, di antaranya adalah menjaga kualitas pembiayaan, meningkatkan pendapatan komisi, dan penguatan porsi dana murah (CASA) dalam pendanaan bank.
Selain itu, BSI juga terus meningkatkan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis.
"Dengan strategi tersebut, BSI berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus menjadi institusi keuangan syariah yang semakin relevan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wisnu saat dihubungi, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Bank Syariah Indonesia (BSI) Bukukan Laba Bersih Rp 2,20 Triliun pada kuartal I-2026
Wisnu menyebut pada April 2026, total pembiayaan BSI tumbuh 15,59% secara tahunan (yoy). Sedangkan, dana pihak ketiga tumbuh tinggi sampai 17,90%.
Pertumbuhan pembiayaan dan pendanaan tersebut ikut meningkatkan total aset BSI yang mencapai Rp 451,73 triliun pada April 2026. Dengan fundamental yang masih terjaga, Wisnu optimistis BSI bisa terus mendorong rasio ROA semakin tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













