kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.702.000   23.000   1,37%
  • USD/IDR 16.450   -42,00   -0,26%
  • IDX 6.665   119,20   1,82%
  • KOMPAS100 951   16,29   1,74%
  • LQ45 748   15,90   2,17%
  • ISSI 208   3,64   1,78%
  • IDX30 390   8,22   2,16%
  • IDXHIDIV20 467   6,80   1,48%
  • IDX80 108   1,96   1,84%
  • IDXV30 111   0,63   0,57%
  • IDXQ30 128   2,31   1,84%

Saham BSI (BRIS) Capai Harga Tertinggi di Tahun 2025


Jumat, 07 Februari 2025 / 18:36 WIB
Saham BSI (BRIS) Capai Harga Tertinggi di Tahun 2025
ILUSTRASI. Saham BSI (BRIS) ditutup di level Rp 3.020 per saham pada Jumat (7/2), ini adalah level tertinggi di tahun 2025


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) telah mencapai rekor harga saham tertinggi di 2025. Di mana, pada penutupan BRIS tembus di harga Rp 3.020 per saham pada Jumat (7/2).

Pada perdagangan hari ini saja, BRIS mengalami penguatan cukup tinggi hingga 4,86% dari harga penutupan hari sebelumnya. Jika dilihat secara Year-to-Date (YTD), harga BRIS telah naik hingga 10,62%.

Pada hari ini, volume perdagangan BRIS juga mencapai 45.69 juta lembar saham. Pencapaian tersebut menempatkan BRIS sebagai saham movers dalam indeks LQ45. 

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengungkapkan kenaikan harga saham yang dialami bank syariah terbesar tanah air ini  sejalan dengan arus masuk dari investor asing sebesar Rp180.8 miliar sepanjang 2025.

Baca Juga: Fokus Transformasi Digital dan Inovasi, BSI Cetak Pertumbuhan Laba 22,83%

Menurutnya, ekspektasi kinerja positif BSI didorong transformasi digital dan peningkatan market share seiring dengan kinerja fundamental BSI yang solid.

Sepanjang Tahun 2024, BSI mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 22.83% YoY, mencapai Rp7,01 triliun. 

“Total aset juga mengalami peningkatan 15,55% YoY menjadi Rp 408,61 triliun, di mana pembiayaan BSI masih didominasi oleh segmen konsumer,” ujar Wisnu dalam keterangan resmi, Jumat (7/2)

Wisnu menambahkan, ke depannya bisnis emas akan menjadi new growth engine di segmen pembiayaan konsumer dan bagian dari diversifikasi portofolio untuk menjaga stabilitas pendapatan perusahaan. 

“Sementara dari sisi funding, BSI akan memfokuskan dana murah dari produk haji,” tambahnya.

 

Selanjutnya: Pemerintah Kembali Tebar Insentif PPN DTP untuk Pembelian Rumah Tapak dan Rusun

Menarik Dibaca: Jogja dan Sekitarnya Kompak Hujan Mulai Siang, Pantau Prakiraan Cuaca Besok!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×