kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sampai Kuartal III 2019, Intan Baruprana Finance bukukan laba Rp 12,98 miliar


Selasa, 05 November 2019 / 13:28 WIB
Sampai Kuartal III 2019, Intan Baruprana Finance bukukan laba Rp 12,98 miliar
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Intan Baruprana Finance Tbk Carolina Dina Rusdiana

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) mencatatkan perbaikan kinerja di kuartal III-2019, setelah tertekan pada tahun lalu. Sampai September 2019, perusahaan pembiayaan ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 165,87 miliar, atau lebih tinggi dari realisasi tahun lalu minus Rp 44,26 miliar. Pada periode yang sama, IBFN sukses kantongi laba bersih setelah pajak Rp 12,98 miliar. Padahal tahun lalu sempat mencatatkan kerugian sebesar Rp 97,26 miliar.

Presiden Direktur PT Intan Baruprana Finance Tbk Carolina Dina Rusdiana menjelaskan peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa pembiayaan, modal kerja serta pendapatan ijarah-bersih. Dari situ, pendapatan sewa pembiayaan mencapai Rp 22,86 miliar, naik 41,46% yoy dan dan pendapatan ijarah-bersih Rp 126,04 miliar, dari sebelumnya minus Rp 79,56 miliar.

Baca Juga: Kesehatan membaik, Intan Baruprana (IBFN) siap genjot pembiayaan tahun depan

“Sementara untuk pemasukan perseroan dari pendapatan modal kerja di kuartal III 2019 tercatat sebesar Rp 3,45 miliar,” kata Carolina dalam rilis, Selasa (5/10).

Perbaikan kinerja tersebut juga diikuti oleh membaiknya rasio pembiayaan perseroan. Rasio Return on Asset (ROA) membaik -9% pada September 2018 menjadi -1% di September 2019.

Sementara untuk rasio piutang pembiayaan bermasalah (NPF) turun sampai 50% dari Desember 2018. Dengan capaian itu, perusahaan optimistis rasio NPF di akhir 2020 bisa di bawah 5% sebagaimana ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: Intan Baruprana (IBFN) akan tekan NPF di bawah 5% pada 2020, berikut strateginya

“Di tengah-tengah kondisi bisnis saat ini, kami akan lebih berhati-hati dalam mempertahankan kualitas aset kami dan menjaga pengelolaan biaya dengan baik,” tambah Carolina.

Pihaknya juga terus berupaya menyederhanakan proses bisnis demi meningkatkan efisiensi. Serta dibarengi pendanaan yang mencukupi agar bisa menyalurkan pembiayaan sampai akhir 2019.

Hal ini menjadi tantangan mengingat kondisi industri yang cenderung melemah sepanjang 2019. Maka itu perseroan berkomitmen dengan para pemangku kepentingan, khususnya para kreditur untuk membayar kewajiban tepat waktu.




TERBARU

Close [X]
×