kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.949   102,00   0,57%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Asuransi Jiwa Parkir Rp 248 Triliun di SBN, Porsinya Capai 43,4% dari Total Investasi


Rabu, 03 Juni 2026 / 10:14 WIB
Asuransi Jiwa Parkir Rp 248 Triliun di SBN, Porsinya Capai 43,4% dari Total Investasi
ILUSTRASI. Logo perusahaan industri asuransi jiwa (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi penempatan investasi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026. Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI Handojo Kusuma mengatakan penempatan investasi industri asuransi jiwa di instrumen SBN pada kuartal I-2026 mencapai Rp 248,03 triliun. 

"Nilainya meningkat 15,8%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

AAJI mencatat SBN berkontribusi sebesar 43,4% terhadap total investasi industri yang mencapai Rp 571,70 triliun pada kuartal I-2026. Adapun porsinya meningkat jika dibandingkan capaian pada kuartal I-2025 yang sebesar 39,6%.

Baca Juga: Jumlah Tertanggung Asuransi Jiwa 118,28 Juta Orang pada Kuartal I-2026

Handojo mengatakan penempatan investasi terbesar di SBN ditujukan untuk mendukung stabilitas jangka panjang. Dia juga menyebut hal itu mencerminkan komitmen industri dalam menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi dengan pengelolaan risiko yang sehat, sekaligus menunjukkan konsistensi industri dalam menempatkan dana nasabah pada portofolio investasi yang prudent dan relatif aman.

Lebih lanjut, Handojo mengungkapkan industri asuransi jiwa juga tetap mempertahankan diversifikasi portofolio melalui instrumen saham, deposito, reksadana, sukuk koperasi, bangunan tanah, hingga penyertaan langsung. Menurutnya, diversifikasi itu menjadi sangat penting, khususnya di tengah kondisi pasar yang bergerak dinamis. 

"Dengan demikian, industri tetap memiliki fleksibilitas dan ketahanan dalam pengelolaan asetnya," ucapnya.

Secara rinci, AAJI mencatat, instrumen saham masih menjadi salah satu pilihan utama industri asuransi jiwa. Handojo mengatakan penempatan investasi asuransi jiwa terbesar kedua berada di instrumen saham dengan nilai Rp 112,64 triliun pada kuartal I-2026. 

Dia bilang nilai penempatan investasi di saham menurun 5,9%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun Kontribusinya sebesar 19,7% terhadap total investasi industri.

Selanjutnya, penempatan investasi asuransi jiwa terbesar ketiga di instrumen reksadana dengan nilai Rp 72,45 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya naik 10,2%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kontribusinya sebesar 12,7% terhadap total investasi. 

Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Terbitkan Sukuk Senilai Rp 900 Miliar Hingga Mei 2026

Handojo menyampaikan penempatan investasi asuransi jiwa terbesar keempat di instrumen sukuk korporasi dengan nilai Rp 53,43 triliun. Nilai itu meningkat 3,4%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun kontribusinya sebesar 9,3% terhadap total investasi.

Posisi kelima ditempati instrumen deposito dengan nilai Rp 33,32 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya menurun 8,6%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun kontribusinya sebesar 5,8% terhadap total investasi. Sisanya, asuransi jiwa menempatkan investasi di instrumen penyertaan langsung, bangunan dan tanah, serta instrumen lainnya.

Adapun AAJI mencatat total penempatan investasi asuransi jiwa pada kuartal I-2026 sebesar Rp 571,70 triliun. Nilai itu meningkat 5,7%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, Handojo menyampaikan bahwa fluktuasi pasar jangka pendek merupakan hal yang wajar dalam ekosistem investasi. Namun, industri asuransi jiwa adalah jangka panjang, sehingga strategi investasi yang diterapkan juga berorientasi pada kesinambungan jangka panjang, bukan respons sesaat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×