Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
4. UUS Bank Permata
Unit Usaha Syariah Permata Bank mencatatkan lonjakan laba paling mencolok. Sepanjang 2025, UUS Permata Bank membukukan laba bersih Rp 1 triliun, melonjak 160,63% YoY dari Rp387,34 miliar pada 2024.
Kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 6,40% YoY menjadi Rp1,24 triliun, serta pendapatan lainnya yang melonjak signifikan.
Meski demikian, pembiayaan bagi hasil justru turun 9,64% YoY menjadi Rp21,26 triliun. Dari sisi kualitas aset, kondisi membaik dengan NPF gross turun ke 1,19% dan NPF net menjadi 0,39% pada akhir 2025.
Baca Juga: Harga Emas Melesat, Pembiayaan Emas di Bank Syariah Ikut Berkilau
Manajemen menyatakan akan menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada kebutuhan nasabah.
5. UUS OCBC NISP
Berbeda dengan bank lain, Unit Usaha Syariah OCBC NISP membukukan laba Rp 68,31 miliar pada 2025, turun 16,85% YoY.
Penurunan ini dipicu oleh lonjakan beban kerugian penurunan nilai aset (impairment) sebesar 120,84% YoY menjadi Rp30,73 miliar.
Meski laba tertekan, kinerja pendapatan operasional dari penyaluran dana masih tumbuh 12,95% YoY menjadi Rp1,08 triliun. Pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp5,7 triliun, meski turun 6,23% YoY.
Baca Juga: Perbankan Catatkan Tren Positif Pertumbuhan Tabungan Haji
Manajemen menyebut pembiayaan konsumer, khususnya perumahan, masih mendominasi portofolio.
Ke depan, OCBC Syariah akan lebih selektif dalam ekspansi pembiayaan pada 2026 guna menjaga kualitas aset dan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat.
Selanjutnya: Bank Mandiri Tancap Gas Dukung Program Pemerintah
Menarik Dibaca: Pasar Kripto Rebound, Pantau 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)