kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Sektor Konsumtif Mendominasi Pembiayaan Fintech, Apa Pemicunya?


Senin, 28 Oktober 2024 / 20:39 WIB
Sektor Konsumtif Mendominasi Pembiayaan Fintech, Apa Pemicunya?
ILUSTRASI. P2P Lending. Pembiayaan fintech lending ke sektor konsumtif masih mendominasi secara keseluruhan.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran fintech peer to peer (P2P) lending ke sektor produktif pada Agustus 2024 sebesar Rp 7,99 triliun. Porsinya menurun jadi 29,14% pada Agustus 2024. Selebihnya mengalir ke pembiayaan konsumtif.

Ini berarti, pembiayaan fintech lending ke sektor konsumtif masih mendominasi secara keseluruhan.

Mengenai hal itu, fintech P2P lending PT Teknologi Merlin Sejahtera (UKU) menyebut salah satu pemicunya karena kebutuhan konsumtif memang menjadi fokus utama atau yang paling mendasar dibutuhkan masyarakat untuk saat ini.

"Porsi pinjaman konsumtif yang lebih besar mencerminkan beragam kebutuhan individu, yang mana masing-masing orang memiliki prioritas dan kemampuan pengelolaan keuangan yang berbeda. Bagi sebagian kelompok masyarakat, kebutuhan konsumtif memang menjadi fokus utama. Dengan demikian, hal itu tercermin dalam dominasi segmen pinjaman konsumtif," kata Chief Executive Officer UKU Tony Jackson kepada Kontan, Senin (28/10).

Baca Juga: Penyaluran Kredit Fintech Lending ke Sektor Konsumtif Lebih Mendominasi

Tony menerangkan tren pembiayaan ke sektor konsumtif belakangan ini memang cukup positif. Untuk mengoptimalkan layanan pembiayaan, dia bilang UKU terus memantau perkembangan saat ini. 

Meskipun dalam tren positif, Tony menyebut UKU akan tetap menekankan fokus pada kontrol risiko dalam memastikan kualitas pembiayaan ke peminjam atau borrower.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×